Dikutip dari buku "Pramono Edhie Wibowo dan cetak biru Indonesia ke depan" Pramono Edhie marah karena perbuatan prajurit Kopassus itu sudah melanggar hukum dan mencoreng nama baik kesatuan.
Di sisi lain Pramono Edhie sedih karena para pelakunya adalah para prajurit Kopassus, korps kebanggaannya selama ini.
Pramono Edhie adalah seorang jenderal yang berlatar belakang Kopassus. Adik ipar SBY ini memulai karier militernya dari Kopassus.
Ia juga dibesarkan dari seorang ayah yang pernah menjadi Komandan Korps Baret Merah. Sarwo Edhie Wibowo, ayah Edhie, adalah komandan Kopassus yang terkenal sebagai pemberantas PKI.
Namun Edhie punya prinsip. Ia tak mau melindungi siapapun yang melakukan kesalahan. Baginya setiap orang yang melakukan kesalahan harus mendapat hukuman dari kesalahannya itu.
Pramono Edhie membuka penyidikan kasus ini ke publik. Bahkan proses persidangan terhadap 12 anggota Kopassus itu juga berlangsung terbuka. Semua media bisa meliputnya.
Hakim menjatuhkan hukuman berbeda terhadap 12 prajurit Kopassus tersebut. Serda Ucok dihukum 11 tahun penjara, Serda Sugen 8 tahun penjara, dan Koptu Kodik 6 tahun penjara.
Mereka bertiga juga dijatuhi hukuman dipecat dari dinas militer. Sementara Serda Ikhmawan yang membawa mobil mengangkut para prajurit Kopassus ke Lapas Cebongan, dihukum satu tahun tiga bulan penjara.
Lima orang lain dihukum satu tahun 9 bulan penjara. Dan tiga anggota lainnya dihukum 4 bulan 20 hari penjara. Keputusan Pramono Edhie membuka kasus ini menimbulkan pro kontra di internal.
Gara-gara ini, Pramono Edhie sampai dituding mengorbankan anak buah demi popularitas. Suara sumbang juga terdengar bahwa Edhie tidak mau melindungi anggotanya.
Tuduhan-tuduhan ini menyakitkan hati Pramono Edhie. Pramono Edhie merasa tidak mendapatkan popularitas apapun dari kasus ini. Bagi Edhie, mereka yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ia siap menerima segala konsekuensi dari keputusannya itu walau harus dicibir. Edhie rela tidak populer asalkan kebenaran dapat ditegakkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu