"Cara keliling di beberapa kabupaten tidak efektif, laku sih lalu tapi hanya untuk pengganti transpor dan biaya makan sehari hari. Karena sudah jenuh dagang keliling, saya terpaksa menjual 2 sapi saya untuk mengangsur bank," ucap dia.
Awal 2021, Edi melakukan spekulasi menjual dagangan di Pantai Kerangmas, Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai. Sasaran pembeli tidak lain pengunjung pantai tersebut. Namun menurutnya tidak selaris di TNWK.
"Ada sih pembelinya tapi tidak seperti di Way Kambas. Di Way Kambas pengunjungnya dari luar daerah dan mereka pasti membeli suvenis ciri khas gambar gajah," ungkap Edi.
Menurut Edi bukan hanya dirinya yang mengalami kesulitan ekonomi sejak TNWK ditutup. Pedagang lain juga hasil penjualannya menurun drastis.
Baca Juga: Ditinggal Ibu dan Bapak Bekerja, Keponakan Disetubuhi Paman
"Ya Ndak saya aja yang terdampak. Pedagang pokok di TNWK ada kalau 8 orang semua terdampak, yang pasti mengalami modal macet setelah belanja barang TNWK tutup," terang Edi.
Humas Balai TNWK Sukatmoko, menyatakan TNWK tetap tutup di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Alasannya terutama kondisi Covid 19 masih menjangkit bahkan akhir akhir ini ada varian baru yang dinamakan Omicron.
"Karena pengunjung TNWK banyak berasal dari luar daerah, terutama Jakarta dan Pulau Jawa, dikhawatirkan ada pengunjung terkonfirmasi varian Omicorn dan menyebar di TNWK," ujar Sukatmoko.
Jika itu terjadi, kata Sukatmoko, yang terdampak bukan hanya sesama pengunjung tapi merambah pada pegawai TNWK dan dikhawatirkan bisa menular ke satwa yang ada di TNWK.
Kata Sukatmoko TNWK akan dibuka pada 2022 namun bulan nya belum ditetapkan. Meskipun dibuka akan ada perubahan skema wisata. Yakni yang tadinya pengunjung bisa bersentuhan langsung dengan gajah jinak, nanti akan ditiadakan.
Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Sekda Lampung Timur Usai Mobilnya Terbalik di Sukadana
Dan juga tidak ada eksplorasi gajah jinak untuk pengunjung, seperti atraksi gajah, tunggang gajah dan lainnya, sehingga ke depan pengunjung hanya bisa menikmati alam dan meliat gajah jinak di lokasi Pusat Latihan Gajah (PLG).
Berita Terkait
-
Ditemukan Membusuk di dalam Sumur, Jasad Laki-laki Ditemukan di Lampung Timur
-
Tim Dokter Selidiki Penyebab Gajah Mambo yang Mati di Pusat Latihan Way Kambas
-
Ditangkap di Kalimantan Tengah, Kades Braja Sakti Lampung Timur Sudah Buron 3 Bulan
-
Bela TikTokers Bima, Nikita Mirzani Tantang Gubernur Lampung Arinal Djuanidi Perang
-
Melihat Seberapa Kaya Gubernur Lampung dan Bupati Lampung Timur Buntut Kasus Bima
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Talud Ambruk Picu Banjir di Campang Jaya, Pemkot Bandar Lampung Gercep Perbaiki
-
Puncak Arus Balik Diprediksi 5-7 April 2025, Ini Strategi Polda Lampung Antisipasi Kemacetan
-
Libur Lebaran di Lampung Selatan: Pantai Padat, Buaya Gentayangan
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan pada Arus Milir di Pelabuhan Bakauheni