SuaraLampung.id - Ahmad Dhani dan Mulan Jameela sekeluarga tengah menjadi sorotan. Pasalnya keluarga ini dituding tidak menjalani masa karantina selama 10 hari usai pulang dari Turki.
Terbongkarnya Ahmad Dhani dan Mulan Jameela sekeluarga tidak menjalani karantina 10 hari melalui unggahan selebgram Adam Deni. Adam Deni membagikan pesan dari warganet yang mengaku satu perjalanan dengan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela di Turki.
DIduga Mulan Jameela dan Ahmad Dhani serta sekeluarga tidak menjalani karantina selama 10 hari sesuai peraturan pemerintah. Ada kabar Ahmad Dhani dan Mulan Jameela sekeluarga menjalani karantina mandiri di rumah tidak di hotel.
Hal ini membuat Adam Deni berang. Bagi Adam Deni peraturan itu sangat tidak adil. Menurut warga biasa disuruh karantina di hotel yang dipilih pemerintah dengan harga mahal.
Sementara Ahmad Dhani dan Mulan Jameela sekeluarga bisa dengan mudahnya mendapat izin karantina mandiri di rumah. Bahkan belum 10 hari menjalani karantina, Ahmad Dhani, Mulan Jameela dan keluarga sudah beraktivitas ke luar rumah.
"Adil gak menurut kalian? Kita warga biasa disuruh karantina “berbayar” di hotel yg terpilih loh!! Terus bagaimana soal aturan karantina 10 hari? Di postingan saya jelas loh itu ada bukti Keluarga Ahmad Dhani berkeliaran sblm 10 hari karantina." tulis Adam Deni di Instagramnya.
Adam Deni juga menyentil anggota DPR RI Ahmad Sahroni mengenai persoalan Mulan Jameela, yang merupakan sesama anggota DPR RI.
"Dan satu lagi, kenapa abang @ahmadsahroni88 tidak memberikan atensi lebih kepada kasus ini? Padahal saya salut loh sama abang yg selalu atensi kasus2 tersembunyi. Plis lah kita capek! Keadilan? Gaada keadilan ini bos!!!!" tulis Adam Deni.
Masalah Ahmad Dhani dan Mulan Jameela sekeluarga tidak patuh karantina ini juga mendapat sorotan dari Dr Tirta. Tirta adalah dokter yang vokal menyuarakan tentang protokol kesehatan di era pandemi Covid-19.
Dr Tirta berkomentar di salah satu postingan Adem Deni mengenai tanggapan Satgas Covid-19 terhadap kasus Ahmad Dhani dan Mulan Jameela yang tidak patuh karantina.
Baca Juga: Satgas Covid-19 Akui Izinkan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Jalani Karantina di Rumah
Menuru Dr Tirta, karantina di hotel biayanya mencapai Rp 10-15 juta per hari. Beberapa orang rela menghabiskan uang belasan hingga ratusan juga untuk membayar biaya hotel karantina.
"Karantina di hotel itu mencapai 10-15 juta selama 10 hari. @indrakenz habis sampe 100juta lebih buat sekeluarganya
Dan @paparich666 juga habis belasan juta per orang" tulis Dr Tirta.
"Jika emang karantina boleh di rumah, biarkan warga juga d rumah, daripada abis belasan juga sampe ratusan juta demi krantina d hotel dan dikenakan tarif high season" tulis Dr Tirta.
Komentar Dr Tirta ini mendapat balasan dari Adam Deni. Menurut Adam Deni, semestinya kebijakan karantina diganti sehingga semua masyarakat diperbolehkan karantina mandiri.
"gw pgnnya kebijakan karantina diganti. Semua masyarakat diperbolehkan karantina mandiri. Berat loh karantina di hotel, nyari uang lg susah malah dibuat susah." tulis Adam Deni.
Dr Tirta mengaku setuju dengan usul Adam Deni agar semua masyarakat bisa karantina mandiri di rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah