SuaraLampung.id - Walikota Metro Wahdi Siradjudin menghadiri Peringatan Hari Guru Nasional di Rumah Informasi Sejarah, Kamis (25/11/2021).
Wahdi hadir bersama Wakil Walikota Metro Qomaruzaman, Bunda Literasi dr.Silvi Naharani, Kadisdikbud Suwandi dan Kadispusarda Farida. Turut hadir juga Anggota DPRD Metro Ancila Hernani,Ketua IDI Metro dr.Agung dan Pengurus HIMAS UM Metro.
Pada peringatan HGN 2021 Wahdi juga meresmikan Taman dr.Mas Soemarno Hadiwinoto dan Pojok Baca Sejarah di Rumah Informasi Sejarah.
Saat peresmian pojok baca Ketua IDI Metro dr Agung juga berkesempatan menyerahkan Buku berjudul Merawat Bangsa,Sejarah Pergerakan Para Dokter Indonesia.
Pada kesempatan tersebut Wahdi juga membacakan pantun untuk para guru sebagai kado di Hari Guru Nasional.
Warna Cokelat Kupandang Buah Kenari
Alangkah Enak Andai Ku Cemil Cemal
Kiranya Taman dr. Seomarno Hadiwinoto ini
Dapat Tumbuhkan Semangat Hari Guru Nasional
Sementara itu Bunda Literasi Kota Metro Silvi Naharani juga berkesempatan merilis dua buku sejarah lokal produksi Bidang Kearsipan Dispusarda yakni Metro Era 1942-1950 dan Buku Karya Guru MGMP IPS Metro yang berjudul Tokoh, Tempat, Peristiwa dalam Sejarah Lokal Metro yang merupakan hasil Bimtek Penulisan Sejarah Lokal yang diadakan Bidang Kebudayaan Kota Metro.
"Ini menjadi komitmen kami dalam upaya mendorong visi Kota Metro dan komitmen untuk mendorong Metro menjadi kota literasi kedepannya,"tegasnya.
Ketua IKAPI Lampung Ikhsanudin mengatakan hadirnya penerbit lokal Pensil Bersejarah yang juga telah menjadi anggota IKAPI menjadi penanda bergeliatnya literasi sejarah di Metro.
Baca Juga: Sambut HGN, Ganjar: Tiap Tahun Kita Perjuangkan Upah Buruh, Tapi Lupa Gaji Guru
"Kehadiran buku ini menarik dan tepat momentumnya di peringatan Hari Guru Nasional,kami juga ikut mendorong agar buku sejarah lokal yang ditulis oleh para penulis lokal Metro ini juga bisa terdistribusi ke sekolah-sekolah yang ada di Metro,"ungkapnya.
Senada Basirun guru IPS yang menjadi perwakilan penulis berharap kegiatan bimbingan teknis yang dilakukan ini dapat berkelanjutan.
"Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan agar meningkatkan kapasitas guru sekaligus meningkatkan literasi sejarah para siswa serta mendorong lahirnya kebijakan terkait pengajaran sejarah lokal,"harapnya.
Sebelumnya juga di pagi hari puluhan guru dari berbagai sekolah yang ada di Metro bersama Kadisdikbud Kota Metro juga mengikuti napak tilas sejarah dan cagar budaya bersama Metro Walking Tour dan HIMAS UM Metro.
Terpisah Anggota DPD RI asal Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi kegiatan yang digelar secara gotong-royong tersebut.
"Saya mengapresiasi peringatan HGN yang digelar oleh berbagai elemen yang ada di Metro, ini menunjukan Metro sebagai kota yang berpendidikan yang harapanya bisa menjadi Kota Literasi,"pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Penyelundupan Narkoba Rp235 Miliar Digagalkan di Bakauheni, Sejuta Nyawa Terselamatkan
-
Empat Bulan Bekerja, Buruh Rongsok di Metro Malah Gasak Emas Istri Majikan
-
Proyek Raksasa Rp31 Triliun: Siasat Lampung Akhiri Jalan Rusak Lewat Jalur Pintas Kereta Logistik
-
Aktivitas Seksual Direkam Kekasih, Wanita Bandar Lampung Lapor Polisi
-
Jasad ABK KM Arof Ditemukan di Pantai Way Kambas, Nahkoda Masih dalam Dekapan Laut