SuaraLampung.id - Rencana penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Bukittinggi mendapat sorotan Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi.
Wiyadi berharap ada solusi bersama antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan pihak PKL mengenai rencana penggusuran PKL ke lantai 2 Pasar Bambu Kuning.
Wiyadi menyarankan kedua belah pihak baik Pemkot Bandar Lampung dan PKL duduk bersama untuk mencari solusi terbaik dari persoalan ini.
"Para pedagang juga membutuhkan perhatian dari Pemkot, sehingga disarankan untuk mencari solusi bersama. Relokasi tetap mengedepankan estetika di wilayah tersebut, jangan sampai pedagang ini mengganggu ruko-ruko yang ada," kata Wiyadi, Jumat (19/11/2021) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Disisi lain, Wiyadi juga meminta kepada para pedagang agar jangan bersikeras mempertahankannya, karena Pemkot Bandar Lampung pasti bisa memberikan solusi yang terbaik.
Tentu solusinya dengan memberikan mereka tempat kios-kios pasar yang sudah diresmikan dan lainnya.
"Terkait adanya oknum yang bermain kami ingatkan Pemkot Bandat Lampung untuk menelusurinya. Mohon cek apakah ada oknum yang jual beli lapak dan lainnya, sehingga tidak ada yang dirugikan," ujar Wiyadi.
Wiyadi berharap, kondisi ini cepat bisa diselesaikan antara Pemkot Bandar Lampung dan pada pedagang.
Hal ini karena pengesahan pembangunan Pasar Smep, hasil kesepakatan antara Pemkot dan DPRD Bandar Lampung.
Baca Juga: Emak-emak PKL Buat Barikade Adang Alat Berat yang Mau Hancurkan Lapak
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Cek Fakta: Hoaks! Tautan Pendaftaran Bantuan PKH 2026 Rp900 Ribu dari Kemensos, Ini Bahayanya
-
7 Promo Indomaret untuk Belanja Camilan dan Minuman Lebih Hemat di Awal Tahun 2026
-
7 Fakta Mengerikan Ayah di Pringsewu Rudapaksa Anak Tiri Selama 7 Tahun, Korban Sejak Kelas 5 SD
-
Cek Fakta: Benarkah Kejagung Tetapkan Luhut Jadi Tersangka Korupsi Lahan Batu Bara
-
7 Promo Tambah Daya PLN untuk Rumah Tangga dan UMKM, Diskon 50% Awal 2026