SuaraLampung.id - Densus 88 menangkap terduga teroris anggota Jamaah Islamiyah (JI) inisial PUR di Jalan Pulau Nias, RT 10, Lingkungan 01, Sukabumi, Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lampung, Senin (8/11/2021) sore.
Ketua RT 10, Jalan Pulau Nias, Sukabumi, Bandar Lampung, Dedi Saputra membenarkan terduga teroris PUR yang ditangkap Densus 88 itu merupakan warganya.
"Iya benar pak PUR itu warga saya, " kata Dedi saat diwawancarai di rumahnya, Selasa (09/11/2021).
Dedi mengetahui PUR ditangkap Densus 88 dari Babinsa. Mendapat informasi itu, Dedi segera menuju ke bengkel tempat PUR bekerja untuk mengecek.
"Atas informasi dari babinsa saya ke bengkel, anak buahnya enggak tahu. Kemungkinan dia ditangkap di jalan. Sampai pagi ini belum ada info jelasnya ditangkap di mana,"katanya.
Dia menjelaskan PUR adalah sosok baik dan berbaur dengan warga sekitar. Ketika ada kegiatan kerja bakti, PUR selalu datang dan ikut bersama sama kerja bakti.
"Orangnya baik, berbaur dengan warga di sini. kalau ada kegiatan gotong royong bersih-bersih drainase, dia datang terus ngasihin makanan dan buat kopi untuk warga," kata Dedi.
Selain itu, PUR juga kerap kali jadi imam di musala setempat. Jika ada anak-anak PKL yang praktek di bengkelnya bahkan dibayar.
"Dia kan punya bengkel, kalau ada anak anak SMK mau praktek di bengkelnya, bahkan dibayar sama dia. Ini dia mau buat bengkel baru karena di bengkel lama itu disewa sama dia," ujarnya.
Baca Juga: BNPT Bicara Soal Ratusan Kotak Amal Yang Disita Densus 88 Di Lampung
Manurung (57) tetangga dekat bengkel baru milik PUR mengatakan, bahwa PUR orang baik dan ramah dengan warga sekitar.
"Saya malah kaget ini, masak iya dia begitu. Orangnya biasa saja, sering juga ngobrol sama saya. Bahkan kemarin, sore dia masih ke sini, lihat anak buahnya kerja. Itu anak buahnya lagi pada kerja, katanya itu bangunan mau dijadiin bengkel dan butik," ujarnya.
Kontributor : Ahmad Amri
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Wajah Baru Bandar Lampung: Proyek Jalan Beton dan Trotoar Megah Dikebut!
-
Petaka Menu MBG di SDN 3 Kedaloman Tanggamus: Puluhan Anak Alami Muntah
-
2 Tahun Buron Usai Tembak Warga, Tamong Tewas Diterjang Peluru Polisi Akibat Melawan Pakai Celurit
-
Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara
-
Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas