SuaraLampung.id - Wenny Ariani mengajukan gugatan ke Rezky Adhitya mengenai pengakuan terhadap anak mereka.
Wenny Ariani mengaku memiliki anak hasil hubungan dengan Rezky Adhitya. Sayangnya, Rezky tidak mengakui itu adalah anaknya.
Wenny Ariani akhirnya mengambil langkah hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tangerang.
Terbaru, Wenny membawa ibunya, Dewi, ke persidangan untuk menjadi saksi.
Dewi didapuik jadi saksi karena mengetahui bahwa sang putri dulu punya hubungan asmara dengan Rezky Adhitya hingga memiliki anak. Karenanya, dia minta agar Rezky Aditya bertanggung jawab atas cucunya.
"Saya di sini menjadi saksi karena cucu saya," kata Dewi dikutip dari kanal YouTube Cumicumi, Kamis (28/10/2021).
Dewi menyebut apa yang dilakukan Wenny dan Rezky di masa lalu adalah sebuah kesalahan. Tapi kata dia, anak yang dilahirkan dari hubungan tanpa ikatan pernikahan, tetap harus mendapatkan hak.
"Cucu saya tidak salah, dia tidak berdosa, itu yang saya perjuangkan karena harus mendapatkan hak," ujarnya.
"Kelakuannya (Wenny dan Rezky) tidak baik, tapi kan ada anak, Ini yang perlu digarisbawahi," katanya menegaskan.
Baca Juga: Lawan Rezky Aditya di Pengadilan, Wenny Ariani Boyong Ibu Sebagai Saksi
Nama Wenny Ariani belakangan jadi sorotan publik gara-gara pengakuannya memiliki anak dari Rezky Adhitya. Dia mengaku menjalin hubungan spesial dengan Rezky pada 2012.
Setahun kemudian, Wenny hamil dan melahirkan anak dari hubungannya itu. Kini, Wenny menuntut Rezky agar mengakui kalau anak tersebut sebagai darah dagingnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah