Kuala Sekapuk yang berbatasan langsung dengan hutan TNWK menjadi jalur alternatif bagi pelaku perburuan liar dalam kawasan hutan TNWK. [Suaralampung.id/Agus Susanto]
Pengelola Resort merupakan ujung tombak keselamatan satwa dan hutan, sehingga penanggung jawab resort harus bisa beradaptasi melakukan pendekatan kepada lapisan masyarakat.
"Jangan justru menciptakan ketidakharmonisan dengan warga penyangga. Rangkul masyarakat ajak kerjasama sehingga kehadiran hutan konservasi bermanfaat secara ekonomi bagi warga," imbuhnya.
Data Balai TNWK tercatat jumlah gajah liar sebanyak 160 - 180 ekor, badak 17-20 ekor dan harimau 15 ekor.
Kontributor: Agus Susanto
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini
-
Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026
-
BRI Peduli Hadirkan Posyandu Matahari untuk Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak
-
Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi