Kuala Sekapuk yang berbatasan langsung dengan hutan TNWK menjadi jalur alternatif bagi pelaku perburuan liar dalam kawasan hutan TNWK. [Suaralampung.id/Agus Susanto]
Pengelola Resort merupakan ujung tombak keselamatan satwa dan hutan, sehingga penanggung jawab resort harus bisa beradaptasi melakukan pendekatan kepada lapisan masyarakat.
"Jangan justru menciptakan ketidakharmonisan dengan warga penyangga. Rangkul masyarakat ajak kerjasama sehingga kehadiran hutan konservasi bermanfaat secara ekonomi bagi warga," imbuhnya.
Data Balai TNWK tercatat jumlah gajah liar sebanyak 160 - 180 ekor, badak 17-20 ekor dan harimau 15 ekor.
Kontributor: Agus Susanto
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
BRI Perkuat Peran Bank Rakyat, Dorong Kepemilikan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
-
Resmi! Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Porwanas 2027, Ini Daftar Cabornya
-
Pegadaian Tegaskan Emas Nasabah Aman di Tengah Lonjakan Permintaan
-
BRI Perkuat KPR Subsidi untuk Percepat Realisasi 3 Juta Rumah
-
Adopsi Digital Meningkat, BRImo Dorong Pertumbuhan Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan