Kuala Sekapuk yang berbatasan langsung dengan hutan TNWK menjadi jalur alternatif bagi pelaku perburuan liar dalam kawasan hutan TNWK. [Suaralampung.id/Agus Susanto]
Pengelola Resort merupakan ujung tombak keselamatan satwa dan hutan, sehingga penanggung jawab resort harus bisa beradaptasi melakukan pendekatan kepada lapisan masyarakat.
"Jangan justru menciptakan ketidakharmonisan dengan warga penyangga. Rangkul masyarakat ajak kerjasama sehingga kehadiran hutan konservasi bermanfaat secara ekonomi bagi warga," imbuhnya.
Data Balai TNWK tercatat jumlah gajah liar sebanyak 160 - 180 ekor, badak 17-20 ekor dan harimau 15 ekor.
Kontributor: Agus Susanto
Berita Terkait
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
Terkini
-
BRI Infinite Prioritas x GarudaMiles, Ada Ekstra 27.000 Miles untuk 100 Nasabah
-
Geger! Warga Metro Temukan Benda Diduga Janin Terkubur di Lahan Kosong
-
Karhutla Mengamuk di Way Kambas hingga Dekati Kandang Gajah, Bagaimana Nasib Satwa Langka Ini?
-
6 Tahun Dipercaya, Sopir di Pringsewu Tega Kuras Uang Majikan Rp50 Juta demi Judi Online
-
Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter