SuaraLampung.id - Provinsi Lampung masuk dalam kategori provinsi dengan capaian vaksinasi COVID-19 terendah se-Indonesia.
Capaian vaksinasi COVID-19 provinsi Lampung masih di bawah 20 persen yaitu hanya sekitar 15 persen.
Angka ini menjadikan Lampung sebagai provinsi dengan capaian vaksinasi COVID-19 terendah di Indonesia.
Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers perpanjangan PPKM yang dipantau dari Jakarta, Senin (13/9/2021).
Menurut Budi, ada tiga provinsi dengan capaian vaksinasi dosis pertamanya masih di bawah 20 persen.
Tiga provinsi itu ialah Lampung, Sumatera Barat, Maluku Utara, dan Papua.
"Ada yang masih di bawah 20 persen untuk suntik pertamanya yaitu Lampung sekitar 15 persen, Sumatera Barat 18 persen, Maluku Utara 18 persen, dan Papua 19 persen," ujar Menkes Budi dikutip dari ANTARA.
Menurut Budi, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kemenkes agar provinsi-provinsi tersebut lebih diperhatikan. Presiden ingin cakupan vaksinasi terdistribusi merata.
"Presiden memberikan arahan agar kita bisa memperhatikan provinsi-provinsi yang vaksinasinya masih di bawah 20 persen agar bisa dikejar oleh Kemenkes, Panglima TNI, dan Kapolri," kata dia.
Baca Juga: Anak Usia 12-15 Tahun Bakal Disuntik Vaksin COVID-19 di Australia
Di satu sisi, Budi juga berharap agar Pemda setempat dengan tingkat persentase vaksin di bawah 20 persen segera mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya untuk mempercepat proses vaksinasi.
"Harapan kita bersama agar kita bisa lebih cepat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan persentase penyuntikan atau vaksinasi di atas 20 persen," kata dia.
Ia menjelaskan, sampai saat ini Indonesia telah menerima sekitar 169 juta dosis vaksin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 157 juta dosis sudah dikirim dan diterima oleh daerah-daerah.
"Dari 157 juta dosis yang sudah dikirim ke daerah, sudah disuntikkan 116 juta dosis. Seperti yang disampaikan tadi, ada 41 juta dosis yang ada sebagai stok di daerah-daerah," kata dia.
Budi meminta agar stok 41 juta dosis itu segera digunakan agar meningkatkan capaian vaksinasi.
"Atas arahan Pak Presiden, diminta agar 41 juta dosis vaksin yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota agar segera diselesaikan dan disuntikkan. Karena 41 juta dosis ini jumlah yang sangat besar, yang sebaiknya cepat kita suntikan," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor
-
Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi
-
Ditolak Gadai MacBook, Pemuda Nekat Gasak iPhone 17 Pro Milik Pacar dan Minta Tebusan Rp1,5 Juta
-
Diskon Pajak Kendaraan di Bandar Lampung Resmi Diperpanjang: Ada Potongan hingga 50 Persen
-
Bukan Sekadar Liburan, Ini Cara Menyiapkan Perjalanan Impian ke Berbagai Negara