Sampai di Andalusia, Abdurrahman menemui para petinggi Andalusia. Karena kecerdasannya, beberapa kelompok sepakat mengangkat Abdurrahman sebagai pemimpin.
Namun ada juga kelompok yang tidak mau mengangkat Abdurrahman sebagai pemimpin. Terjadilah perang antara kubu Abdurrahman dengan kubu Yusuf bin Abdurrahman Al Fihri.
Peperangan dimenangkan Abdurrahman. Ia pun diangkat sebagai pemimpin di Andalusia. Di masa kepemimpinannya, Islam di Andalusia mencapai puncak kejayaannya.
Di masa kepemimpinnya di Andalusia, lahirlah para tokoh terkenal seperti Ibnu Malik pengarang Alfiyah, Imam Qurtubi.
Keberhasilan Abdurrahman menaklukkan dan mendobrak Andalusia membuatnya diberi gelar Ad-Dakhil.
Abdurrahman Ad-Dakhil memimpin Islam di Andalusia selama kurang lebih 32-34 tahun. Di usianya ke-58 tahun, ada yang menyebut 61 tahun, Abdurrahman Ad-Dakhil wafat. Ia dimakamkan di Cordova, Spanyol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Teka-teki Kematian Dokter Magang di Metro: IDI Lampung Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Urus Pajak Sambil Wisata: Stan Bapenda di Bandar Lampung Expo Jadi Primadona
-
Bukan Sekadar Biji: Ambisi Lampung Menjadi Kiblat Cokelat Premium Dunia
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Densus 88 Sikat Provokator Digital di Lampung