SuaraLampung.id - Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana ditegur Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian karena belum membayar insentif tenaga kesehatan (nakes) COVID-19.
Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung mengakui pihaknya baru membayar insentif nakes yang bertugas menangani COVID-19 satu bulan.
"Ya pembayaran insentif nakes baru dibayarkan bulan Januari di tahun ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Edwin Rusli, Selasa (31/8/2021) dikutip dari ANTARA.
Namun, Edwin berjanji pihaknya akan membayar sisa insentif nakes yang belum cair setelah pendataan dan verifikasinya selesai.
"Dalam beberapa hari ini akan kita bayarkan insentifnya namun baru tiga bulan dulu, yakni Febuari, Maret dan April, baru pekan depannya sisanya kita lunasi," kata dia.
Tertundanya pembayaran nakes menurut Edwin bukan karena dana yang telah disiapkan tidak ada.
Belum dibayarkannya insentif nakes itu kata dia karena terdapat keterlambatan pendataan dari Diskes.
"Insentif nakes terlambat dibayarkan karena ada keterlambatan pendataan dari kita (Diskes) karena harus memverifikasi terlebih dahulu," kata dia.
Edwin menyebutkan dalam satu bulan anggaran untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan di kota ini berkisar Rp 350 juta.
Baca Juga: Wali Kota Prabumulih Ditegur Mendagri, Tunggakan Insentif Nakes
"Karena kasus COVID-19 sedang tidak banyak atau berkurang mungkin insentif tenaga kesehatan yang akan kita bayarkan Rp 350 juta satu bulan. Jumlah dana sebesar itu untuk pembayaran nakes di puskesmas," kata dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandarlampung Deddy Amarullah mengungkapkan pemkot tetap koopratif dalam pembayaran insentif nakses sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 17 Tahun 2021.
"Dananya sudah kita alokasikan sebesar Rp11 miliar untuk insentif tenaga kesehatan," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Penyelundupan Senpi Rakitan Asal Jabung Modus Paket Gagal, Tujuan ke Pelaku Curanmor di Cikarang
-
Pilih ORI030 di BRI, Investasi ORI Dijamin Negara dan Mudah Dibeli
-
Bukan Beton, Tapi Bambu: Jurus Back to Nature Amankan Jalur Liwa-Sumsel dari Longsor
-
Akhir Pelarian Penipu Tenaga Kerja di Lampung Tengah
-
Petani di Lampung Utara Tewas Tertimpa Pohon yang Ditebangnya