"Terlalu keras buat saya. Apa karena umur saya segini atau gimana tapi saya nggak bisa masuk. Ya tiap orang seleranya lain-lain," kata Iwan Fals.
Iwan Fals lebih suka dengan gaya almarhum Gus Dur dalam berceramah.
"Saya suka kaya almarhum Gus Dur. Jadi bisa masuk gitu. Ga kasar gitu," ucap pelantun lagu 'Bento" ini.
Terlepas dari itu, Iwan Fals menganggap Habib Rizieq harus menerima risiko atas apa yang diperbuatnya.
"Hadapi itu semua dengan gagah. Kalo ga salah tuntutannya ada banyak. Soal Covid. Menarik juga diikuti hasil perkembangannya. Tapi saya juga ga mengikuti secaara detil," ujarnya.
Iwan Fals tidak mau bicara terlalu jauh mengenai sosok Habib Rizieq karena menurutnya ada orang yang lebih berkompeten menilai sosok Habib Rizieq.
"Karena masih banyak alim ulama MUI, tokoh-tokoh berwibawa. Urusan kiai para kiai juga yang menjawab ini," katanya.
"Kalo saya ngamen, musik. Jawab soal urusan surga, rasanya aduh jauh kali ya. Apalagi untuk menilai Habib Rizieq," lanjut Iwan.
Hanya saja Iwan Fals kembali menegaskan bahwa dirinya hanya kurang sepakat dengan gaya ceramah Habib Rizieq.
Baca Juga: Salah Satu Jaksa Penuntut di Perkara Habib Rizieq Meninggal, Jaksa Agung Berduka
"Cuma itu saya kurang sepakat dengan caranya ceramah. Terlalu keras buat saya," tutur Iwan Fals.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Dua Emak-Emak Residivis Pencuri Sembako Tepergok Pemilik Warung di Kemiling
-
Amuk Golok Kakek 75 Tahun di Lampung Utara yang Berakhir dalam 10 Jam
-
Drama Pencuri HP Terjun ke Laut Demi Hindari Kejaran Polisi di Bandar Lampung
-
Ambisi Rp20 Triliun: Siasat Lampung Ubah Tanah Lada Jadi Raksasa Industri Pangan Sumbagsel
-
Siap Tarung di Dunia Kerja: Disnaker Lampung Sebar Pelatihan Vokasi di 33 Titik Strategis