SuaraLampung.id - Satu dusun di Kabupaten Lampung Timur dikarantina wilayah atau lockdown karena warganya terpapar COVID-19 .
Dusun yang dikarantina atau lockdown adalah Dusun Mbayur Sari, Desa Pasir Sakti, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur.
Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Mashur Sampurna Jaya menyebutkan Dusun Mbayur Sari, Desa Pasir Sakti, Kecamatan Pasir Sakti, sudah sepekan menjalani isolasi wilayah atau lockdown.
Karantina wilayah atau lockdownd di Dusun Mbayur Sari, Lampung Timur, karena belasan warga dusun setempat terkonfirmasi positif COVID-19.
Belasan warga terpapar setelah setelah menggelar hajatan atau pesta pernikahan yang dihadiri tamu undangan dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.
"Ada 19 orang yang positif lalu diambil kesimpulan untuk lockdown. Sampai hari ini masih lockdown," jelasnya dilansir dari ANTARA.
Dia belum memastikan lockdown di Dusun Mbayur Sari akan dicabut.
"Kita melihat perkembangan nya nanti, kalau sudah bisa melandai atau nol kita cabut lockdownnya," ujarnya.
Kabupaten Lampung Timur saat ini berstatus zona oranye, artinya persebaran COVID-19 di wilayah ini dengan risiko sedang. Jika persebaran terus meningkat bakal naik level ke zona merah.
Baca Juga: Wali Kota Batam: PPKM Darurat Bukan Lockdown, Warga Masih Boleh Belanja
"Kita saat ini masih zona oranye. Berarti kita daerah rawan, karena rumah sakit kita mulai penuh, orang yang positif setiap hari bertambah. Jika tidak terkendali, kita naik ke zona merah," ujar Mashur Sampurna Jaya, Sabtu (10/7/2021).
Berikut adalah data perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Lampung Timur sampai dengan Sabtu (10/7/2021) pukul 11.00 WIB yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Lampung Timur.
Yakni probable sebanyak 34 kasus; Suspek : 44 kasus (lama 44 kasus, baru 0 dan dalam pemantauan 44); konfirmasi sebanyak 2. 621 kasus yang terdiri atas kasus bergejala 112, dan tidak bergejala 8.
Dengan demikian, ada penambahan 120 kasus, sedang kasus konfirmasi sebelumnya sebanyak 2.501.
Sedang kasus kematian bertambah 4 sehingga jumlah orang yang meninggal di Lampung Timur karena terpapar COVID-19 menjadi 171.
Upaya menekan penyebaran COVID-19
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berupaya mengendalikan kasus COVID-19 agar status zona oranye tidak naik ke level zona merah, di antaranya dengan menunda pembelajaran tatap muka yang semula diagendakan dibuka bulan Juli dan melarang kembali acara hajatan.
"Instruksi bupati untuk menunda sekolah tatap muka, minggu depan acara hajatan tidak boleh lagi, kalau tempat wisata selama masih zona oranye masih boleh dibuka dengan kapasitas 25 persen," kata Mashur Sampurna Jaya menjelaskan.
Mashur menambahkan, pihaknya bakal menambah kapasitas tempat tidur di RSUD Sukadana untuk pasien COVID-19 mengantisipasi lonjakan pasien kasus positif.
Serta mengecek keaktifan rumah isolasi, posko penanganan COVID-19 di desa-desa.
"Minggu depan kita juga akan mengecek," tegasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur pun meminta masyarakat mengurangi mobilitas untuk menekan penularan COVID-19.
"Tolong masyarakat kurangi mobilitas, jangan ke luar rumah dulu, karena setiap hari ada saja orang yang terpapar. Satgas minta masyarakat kalau tidak ada keperluan yang mendesak, jangan ke luar rumah dulu," imbaunya.
Masyarakat diminta pula mewaspadai virus corona varian Delta, karena virus corona varian Delta sangat ganas.
Vaksinasi COVID-19
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyatakan vaksinasi COVID-19 gencar dilaksanakan melalui Puskesmas dan kantor instansi pemerintah lainnya.
Sebanyak 50 ribu orang di daerah ini telah menjalani vaksinasi dosis lengkap.
"Sampai 30 Juni 2021 sudah 50 ribu orang telah divaksin dosis lengkap. Kalau sampai sekarang hampir 70 ribu," ungkap Mashur Sampurna Jaya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menargetkan setiap harinya sebanyak 2.000 sampai 3.000 orang mengikuti vaksinasi COVID-19.
Mashur Sampurna Jaya meminta masyarakat berbondong-bondong datang ke puskesmas untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. Masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksin aman.
Menurutnya, vaksinasi adalah ikhtiar menanggulangi COVID-19 dan menciptakan kekebalan komunal.
Mashur minta pers turut terus mengedukasi dan menyosialisasikan terkait manfaat vaksinasi COVID-19 karena ada sebagian masyarakat yang enggan divaksin COVID-19.
"Supaya masyarakat mau datang berbondong bondong ke puskesmas untuk vaksin," harapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Nekat Beraksi di Parkiran Klinik, Pelarian Spesialis Curanmor di Sungkai Utara Berakhir
-
Sempat Kirim Pesan ke Istri Lalu Menghilang, Pria di Lampung Utara Ditemukan Meninggal
-
Laba BRI 2026 Rp15,5 Triliun: Kredit Tumbuh 13,7% Capai Rp1,562 Triliun
-
Duel Panas Bhayangkara FC vs Persib: 390 Personel Gabungan Jaga Stadion Sumpah Pemuda
-
Dikepung Warga Karena Dikira Mau Nyolong, Pemuda di Lampung Tengah Malah Ketahuan Bawa Sabu