SuaraLampung.id - Polisi masih memburu panitia penyelengara halal bihalal dan organ tunggal berinisial AR. Sebelumnya, halal bihalal di Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung itu dibubarkan paksa oleh aparat lantaran melanggar protokol kesehatan Covid-19, pada Sabtu (15/5/2021) lalu.
Kasat Reskrim Polres Tanggamus, Iptu Ramon Zamora mengatakan, pihaknya masih memburu panitia penyelenggara halal bihalal disertai organ tunggal tersebut. Namun, seorang berinisial RK yang merupakan ketua karang taruna setempat telah diamankan.
"Terhadap Ketua Karang Taruna berinisial RK telah diamankan dalam penggembangan siang tadi," katanya dikutip dari lampungpro.co jaringan suara.com, Minggu (16/5/2021).
Ia melanjutkan, pemeriksaan terhadap 23 warga peserta halal bihalal yang diamankan telah rampung. Selanjutnya, hasil pemeriksaan akan digunakan untuk memastikan siapa saja yang dapat dijerat pidana dalam perkara tersebut.
"Terhadap yang ditangani Sat Reskrim masih dalam proses pemeriksaan. Terhadap para terduga yang terlibat narkoba juga masih dalam penyelidikan dan pengembangan Satresnarkoba," sambungnya.
Terkait viral video pembubaran massa disertai tembakan ke udara, kata Iptu Zamora, merupakan tembakan peringatan untuk membubarkan sekitar 800 massa yang berkumpul.
Dijelaskannya, sebelum melakukan tembakan peringatan ke udara, dilaksanakan tiga fase tindakan persuasif yakni melalui Satgas Covid-19 dilanjutkan oleh Kapolres Tanggamus dan Dandim 0434 Tanggamus.
"Setelah tiga kali tindakan persuasif ternyata ratusan warga tersebut tidak juga membubarkan diri. Sehingga dilakukan tindakan represif melakukan tembakan peringatan dan pembubaran paksa," kata Iptu Ramon Zamora.
Tembakan tersebut, kata dia, dilakukan oleh petugas setelah massa melempar batu ke arah panggung yang mengakibatkan seorang warga luka di kepala.
Baca Juga: Dikira Polisi Korban Kecelakaan, Ternyata Pelaku Curanmor di Bandar Lampung
"Saat pembubaran massa, ada yang melempar batu ke arah panggung sehingga satu orang kepalanya berdarah, sehingga kami terpaksa melakukan penembakan ke udara," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu