Pramono Edhie tidak ingin seperti itu. Ia merubahnya. Pramono Edhie siap pasang badan menghadapi orang-orang seperti itu. Bahkan ia siap menanggung segala resiko yang akan dialaminya.
Pramono Edhie tidak mau diatur oleh pihak-pihak yang kepentingannya terganggu. Dia mengubah kebiasaan buruk yang sudah berlangsung lama di tubuh TNI.
Pengadaan alutsista di TNI diterapkan dengan cara G to G. Keputusan Pramono Edhie tidak melibatkan agen itu merugikan banyak pihak baik di dalam maupun luar negeri.
Orang-orang yang tidak setuju dengan pembelian tank Leopard itu langsung bereaksi. Di media massa beredar berita mengenai penolakan terhadap pembelian tank leopard.
Baca Juga: Sri Mulyani: THR Buat PNS dan TNI-Polri Dicairkan Mulai Besok
Mulai dari pengamat militer, purnawirawan, hingga anggota parlemen menyatakan ketidaksetujuannya dengan keputusan Pramono Edhie membeli tank leopard.
Mereka menjuluki Pramono Edhie sebagai Mr Leopard. Banyak alasan diajukan pihak penentang tank leopard. Ada yang mempersoalkan jalan-jalan dan jembatan yang dilalui tank leopard akan hancur.
Ini karena mereka beranggapan jalan dan jembatan di Indonesia tak mampu menahan beban tank leopard. Tank leopard itu berbobot 62 ton.
Pihak lain menyatakan tank leopard tidak cocok dengan kondisi geografis Indonesia. Ada juga yang berpendapat ancaman yang dihadapi Indonesia belum perlu menggunakan tank berat seperti leopard.
Penolakan ternyata tidak hanya datang dari dalam negeri. Pihak luar negeri juga ikut menentang pembelian tank leopard. Parlemen Belanda ikut menolak adanya rencana pembelian tank leopard.
Baca Juga: Kapolri: Anak Prajurit KRI Nanggala 402 Bakal Difasilitasi Jadi Polisi
Awalnya pemerintah Belanda setuju menjual tank leopard ke Indonesia.Namun karena ada penolakan dari parlemen, pemerintah belanda tidak berniat menjual tank leopard nya.
Berita Terkait
-
18 Rumah Dinas TNI di Aceh Terbakar Hebat saat Libur Idul Fitri, Penyebabnya Masih Misteri!
-
Warganet Geram Lihat Warga di Jakbar Rela Antre untuk Tandatangani Petisi Dukung UU TNI Demi Sembako
-
Pemerintah Lakukan Pengamanan Kegiatan Salat Idul Fitri dan Lokasi Rawan Bencana
-
20 Persen Warga Tak Mudik, Kapolri Prediksi Bakal Ada Lonjakan Volume Kendaraan saat Hari H Lebaran
-
Intel Todong Pistol di Demo RUU TNI? ICJR: Seharusnya Tidak Boleh!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Talud Ambruk Picu Banjir di Campang Jaya, Pemkot Bandar Lampung Gercep Perbaiki
-
Puncak Arus Balik Diprediksi 5-7 April 2025, Ini Strategi Polda Lampung Antisipasi Kemacetan
-
Libur Lebaran di Lampung Selatan: Pantai Padat, Buaya Gentayangan
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan pada Arus Milir di Pelabuhan Bakauheni