"Jika Anda menderita masalah gigi seperti gigi berlubang atau sakit gigi yang membutuhkan pencabutan, disarankan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu. Ada dua alasan untuk itu. Pembersihan plak, mengendalikan peradangan atau infeksi sebelum menjalankan puasa akan berarti kesehatan gigi yang lebih baik dan membantu menjaga standar kebersihan mulut yang lebih tinggi," kata dia.
Selain itu, pada sebagian besar prosedur, seseorang diharuskan minum obat pengontrol infeksi, yang tak mungkin dilakukan saat puasa.
"Oleh karena itu, disarankan untuk mengunjungi dokter gigi dan menjaga standar kebersihan gigi yang baik. Hal ini terutama dianjurkan bagi penderita diabetes, penderita hipertensi dan lainnya yang menderita sindrom metabolik lainnya, yang berencana menjalankan puasa karena memiliki kekebalan yang buruk dan lebih rentan terhadap radang gusi," katanya.
Untuk menjaga kebersihan mulut yang optimal, seseorang harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat sahur.
Salah satu minuman yang harus dihindari adalah kopi. Tak hanya membuat dehidrasi, kopi juga bersifat asam.
Konsumsi kopi yang berlebihan akan memicu dehidrasi yang lebih besar, mengganggu keseimbangan Ph mulut, menyebabkan lebih banyak bakteri menumpuk dan dengan memakai masker semua masalah itu akan makin parah.
Sebagai gantinya, konsumsi buah-buahan segar, sayuran segar dan makanan utuh saat sahur, minum banyak air dan menyikat gigi serta menggunakan obat kumur antibakteri sebelum memulai puasa setiap hari.
Dr Bagde juga menyarankan untuk mengganti masker wajah setiap empat jam.
Perokok disarankan untuk berhenti merokok sama sekali bahkan selama jam non-puasa karena merokok mengakibatkan kebersihan gigi yang buruk dan pembentukan asam yang memicu bau mulut, yang semakin diperburuk dengan pemakaian masker yang terus-menerus di siang hari.
Baca Juga: Viral Warmindo Kasih Gratis Makan Sahur dan Buka Puasa, Publik: Masya Allah
Selain itu, hindari juga konsumsi karbohidrat olahan, garam tinggi, dan gula tinggi.
Karbohidrat olahan yang ditemukan dalam makanan kaleng, makanan kaleng, dan makanan olahan kehilangan nutrisi dan merusak kesehatan yang menyebabkan terlalu banyak asam lambung, yang selanjutnya dapat memicu pertumbuhan bakteri di mulut.
Makanan tinggi garam seperti daging olahan, saus, kacang asin dan keripik meningkatkan kandungan natrium dalam darah dan mengganggu keseimbangan elektrolit, memicu dehidrasi. Semakin seseorang merasa dehidrasi, semakin tinggi kemungkinan mengalami mulut kering.
Gorengan juga harus dihindari pasalnya makan makanan berminyak akan memicu gangguan pencernaan dan mengganggu keseimbangan PH rongga mulut yang memicu infeksi gusi dan bau mulut.
Hal yang sama diucap konsultan senior di National Dental Centre Singapore Department of Restorative Dentistry, Periodontic Unit, Koh Chu Guan yang mengatakan, ada bakteri yang hidup di mulut Anda sepanjang waktu.
Saat Anda bernafas, udara lembap dan bau busuk yang dihasilkan bakteri terperangkap di kain masker. Saat tetesannya mengering, mereka meninggalkan bau di kain masker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini
-
Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026
-
BRI Peduli Hadirkan Posyandu Matahari untuk Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak
-
Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi