SuaraLampung.id - Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto kecipratan suap fee proyek di Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Nanang menerima uang fee proyek saat ia masih menjabat sebagai Wakil Bupati Lampung Selatan di tahun 2017 dan 2018.
Fakta ini terungkap di sidang kasus suap fee proyek di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu (24/3/2021). Nanang mendapat uang fee proyek itu dari mantan Anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho atas perintah Bupati Lampung Selatan saat itu Zainudin Hasan.
Dalam kesaksiannya, Nanang Ermanto mengaku ia mengetahui uang yang diberikannya merupakan uang pribadi Bupati Zainudin Hasan. Selama dua tahun tersebut, Nanang Ermanto total menerima uang kurang lebih Rp930 juta baik yang diterima dari ABN, Anjar Asmara, maupun Syahroni.
"Uang itu saya tahunya pribadi Zainudin, yang helas dengan kesepakatan komitmen saya akan mintanya. Untuk yang Agus, nilai yang pernah diminta melalui ABN jumlahnya lupa, tapi itu tidak tiap hari kadang dua bulan tergantung kebutuhan saya," kata Nanang Ermanto dalam persidangan dilansir dari Lampungpro.co---jaringan Suara.com.
Selanjutnya JPU KPK membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) nomor 8, dimana dalam BAP tersebut menyatakan Nanang Ermanto pernah menyampaikan langsung ke Bupati Zainudin Hasan baik lewat ponsel maupun langsung memerintahkan ABN untuk ditindaklanjuti. Kemudian Nanang membenarkan adanya BAP tersebut.
"Uang Rp100 juta dari ABN saya lupa. Ada catatan dalam buku nilainya Rp150 juta yang diserahkan pada 20 Januari 2017, selanjutnya diserahkan lagi Rp50 juta. Catatan ini dilaporkan ke Bupati, bahwa sudah menerima uang, kemudian uang lainnya saya tidak ingat," ujar Nanang.
Selanjutnya JPU KPK mengeluarkan buku yang berisi catatan dokumen pengeluaran tertulis dari Nanang dengan rincian Rp50 juta, Rp25 juta, lalu tanggal 4 Mei 2017 Rp20 juta, wakil bupati 18 Mei 2017 Rp25 juta, 16 Juni 2017 Rp20 juta, 19 Juni 2017 Rp50 juta, 24 Juni 2017 Rp20 juta, 7 Juli 2017 Rp20 juta, dan 9 Juli 2017 Rp10 juta. Selanjutnya Nanang membenarkan adanya dokumem catatan tersebut.
Uang Rp150 juta dari Zainudin Hasan lewat ABN, kalau Rp10 juta pada Mei 2017, Nanang lupa semuanya. Selanjutnya pada BAP nomor 27 terkait aliran pada Mei 2017 senilai Rp10 juta dari Hermansyah, lalu Rp20 juta dari Syahroni, ada lagi Rp25 juga dari Syahroni. Selanjutnya pada Juni 2018 dari ABN senilai Rp50 juta, Juli 2018 100 juta, dan Rp50 juta dari ABN.
Kemudian Nanang pernah menerima uang tiga kali dari ABN senilai Rp300 juta. Total keseluruhan tahun 2017 dan tahun 2018 yang diterima senilai Rp480 juta dan Rp450 juta.
Baca Juga: Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto Jadi Saksi Kasus Suap Fee Proyek
Selanjutnya Nanang pernah meminta dibelikan ruko di Sukarame, untuk dijadikan kenang-kenangan saat dirinya selesai menjabat. Namun ruko tersebut batal dibelikan karena suatu hal, lalu penggantinya uang Rp150 juta dan 250 juta melalui Syahroni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Tak Lagi Jual Basah, Lampung Kini Bidik Cuan Berlipat via Hilirisasi Jagung
-
Lampung Memikat Amerika: Cuan Jumbo 561 Juta Dolar hingga Kejutan Bahan Kimia
-
Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar
-
Emas hingga Beras Menyengat: Bandar Lampung Jadi Kota Paling Mahal di Lampung
-
Apes! Gara-gara GPS, Dua Maling Motor di Bandar Lampung Tertangkap Hanya dalam 2 Jam