SuaraLampung.id - Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mempermasalkan hak asuh Gempi di tangan Gisella Anastasia alias Gisel.
Menurut Arist, hak asuh Gempi seharusnya tidak di tangan Gisel yang baru saja menjadi tersangka kasus video syur.
Dilansir dari SuaraBogor.id, kini, Komisi Nasional Perlindungan Anak minta cabut hak asih Gisel dari Gempita Nora Marten atau Gempi.
Gempi harus diasuh Gading Marten karena Gisel sudah memalukan dengan membuat video syur 19 detik.
Hal itu dikatakan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Komnas PA mengusulkan agar hak asuh yang sebelumnya dipegang oleh Gisel dicabut.
“Pemeran video syur yang heboh dan viral di tengah-tengah masyarakat yang sungguh memalukan, sudah selayaknya hak asuh untuk sementara Gisel untuk mengasuh anaknya bisa dicabut dan diserahkan kepada Gading sebagai bapak anak itu sendiri,” ujarnya, dilansir dari kanal Youtube KH Infotainment pada Jumat, (1/1/2021).
Skandal video syur yang menjerat Gisella sudah memenuhi syarat pencabutan hak asuh yang diajukan ke pengadilan.
“Karena perilaku ini adalah satu pemenuhan unsur untuk sebuah persyaratan pengajuan penetapan pengadilan untuk dicabut hak asuh dari ibunya. Dan ini demi kepentingan terbaik anak.”
Ia juga menganjurkan agar Gisel menyerahkan anak semata wayangnya kepada Gading.
Baca Juga: Gisel yang Undang, Nobu Datang, Lalu Bikin Video Syur 19 Detik sambil Mabuk
“Oleh karena itu, Komnas Perlindungan Anak merekomendasikan kepada Gisel untuk menyerahkan anak itu kepada Gading dan Gading juga bisa mengajukan penetapan pengadilan untuk sementara hak asuh itu ada pada Gading.”
Dalam kesempatan yang sama, Arist juga memberikan tanggapannya terkait polemik video syur yang menjerat Gisella Anastasia.
“Sungguh tidak masuk akal ini dilakukan oleh seorang ibu yang serba cukup tidak ada kekurangan, tetapi mempunyai perilaku yang mengabaikan dan menghancurkan masa depan keluarga itu sendiri.”
Ia juga memberikan imbauan kepada masyarakat di luar sana agar menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran.
“Oleh karena itu, peristiwa ini harus dihentikan. Peristiwa seperti ini jangan ditiru oleh ibu-ibu yang lain. Sekali lagi, mohon maaf dengan penuh rasa hormat hadapi Gisel apa yang Anda lakukan demi kepentingan terbaik anak.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Siap Tarung di Dunia Kerja: Disnaker Lampung Sebar Pelatihan Vokasi di 33 Titik Strategis
-
Miris! Anak di Way Kanan Dicabuli Selama Enam Tahun
-
Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun
-
Sopir Truk Asal Balam Pura-Pura Dirampok Saat Tidur, Ternyata Uang Jalan Ludes di Meja Judol
-
7 Jam Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung Terkair Alur Dana PT LEB