Wakos Reza Gautama
Jum'at, 01 Januari 2021 | 05:15 WIB
Lokasi bakar diri (Suara.com/Wivy)

SuaraLampung.id - Tukang tambal ban di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan bunuh diri dengan cara membakar dirinya sendiri.

Korban berinisial IH itu nekat bakar diri karena stres.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

"Terjadi menjelang zuhur, saat itu kondisinya lagi sepi," ungkap Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, AKP Sumiran.

Sumiran menuturkan, aksi bakar diri itu dilakukan IH diduga karena depresi. Akibat perbuatannya, IH kemudian tewas dengan luka bakar dibagian muka saat perjalanan ke rumah sakit.

"Dugaan sementara karena depresi, pelaku bakar diri di depan kontrakannya," tuturnya.

Tukang tambal bal bakar diri baru 2 minggu masuk Islam.

Hal itu dikayakan Ahmad Arifin, teman IH. Arifin mengklaim sering mengobrol dengan IH. Sebelum bunuh diri, IH sempat menitipkan wasiat. Yakni menitipkan anak dan istrinya.

Wasiat itu, diungkapkan IH saat keduanya mengobrol Senin (28/12/2020) malam. Itu, menjadi pertemuan dan obrolan terakhir sebelum akhirnya IH nekat membakar dirinya, Kamis (31/12/2020) siang.

Baca Juga: Tewas Setelah Pindah Agama, Tukang Tambal Ban Bakar Diri Tinggalkan Wasiat

"Ngeluh, katanya titip anak-anak saya. Kalau saya kenapa-kenapa urus anak saya," kata Arifin ditemui Suara.com, Kamis (31/12/2020).

Mendengar ucapan tersebut, Arifin sempat merasa curiga. Sayangnya, IH tutup mulut rapat-rapat ketika ditanyai alasannya mengucapkan wasiat tersebut.

"Ngomongnya suka ngelantur. Sempat curiga sama omongan dia. Saya bilang, mau kemana, nggak jawab. Ditanya masalah, beliau juga enggak jawab," ungkap Arifin.

IH merupakan mualaf dan baru masuk Islam sekira dua pekan lalu. Dia masuk Islam bersama istri dan tiga anaknya. Yakni berusia 5 tahun, 3 tahun dan 1 tahun.

"Waktu proses masuk Islamnya pun di sini (asrama miliknya), satu keluarga sama istri dan anaknya. Anaknya yang paling gede di sini dibimbing belajar ngaji dan shalat. Kalau meninggal pun ,jenazahnya minta diurusi secara Islam," tutur Arifin.

Saat itu, kata Arifin, IH sudah terlihat seperti orang yang punya banyak masalah. Ucapannya 'ngelantur' seolah pikirannya sedang kosong dan sering melamun.

Load More