- Warga Banjarsari, Kota Metro, menanam pohon pisang di jalan rusak sebagai bentuk protes atas lambatnya perbaikan.
- Tindakan unik ini bertujuan memberi penanda bagi pengendara agar terhindar dari bahaya lubang jalanan.
- Aksi protes kreatif warga tersebut menjadi viral dan menarik perhatian publik mengenai kondisi infrastruktur setempat.
SuaraLampung.id - Aksi tak biasa dilakukan warga di Banjarsari, Kota Metro. Kesal karena jalan rusak parah tak kunjung diperbaiki, warga nekat menanam pohon pisang tepat di tengah lubang jalan. Aksi tersebut sontak viral dan memancing perhatian publik.
Video dan foto pohon pisang yang berdiri di tengah jalan berlubang itu beredar luas di media sosial. Banyak warganet menyebut aksi tersebut sebagai bentuk protes kreatif sekaligus sindiran halus terhadap lambannya perbaikan infrastruktur.
Jalan yang rusak itu disebut sudah lama dikeluhkan warga. Kondisinya berlubang dan tergenang saat hujan, sehingga membahayakan pengendara, terutama sepeda motor. Beberapa warga mengaku khawatir terjadi kecelakaan jika tidak ada penanda yang jelas.
Salah seorang warga setempat mengatakan, pohon pisang sengaja ditanam agar pengendara bisa melihat lubang dari jarak jauh. “Kalau tidak diberi tanda seperti itu, takutnya ada yang jatuh lagi,” ujarnya.
Baca Juga:7 Fakta Mengejutkan di Balik Penemuan Mayat Pria dengan Kepala Terbungkus Plastik di Bandar Lampung
Namun di balik alasan keselamatan, aksi tersebut juga mencerminkan kekecewaan warga. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan yang menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.
Sejumlah netizen turut menyoroti kejadian ini. Ada yang mengapresiasi kreativitas warga dalam memberi tanda bahaya, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan lambannya respons perbaikan.
Hingga berita ini ditulis, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak terkait. Sementara itu, pohon pisang yang ditanam di tengah jalan rusak tersebut telah menjadi simbol protes yang menyita perhatian banyak orang.
Aksi ini kembali mengingatkan pentingnya perawatan infrastruktur demi keselamatan bersama. Ketika lubang jalan berubah menjadi “kebun dadakan”, publik pun bertanya: kapan perbaikan akan benar-benar dilakukan?
Baca Juga:Resmi! Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Porwanas 2027, Ini Daftar Cabornya