Masa Penahanan Karomani cs Diperpanjang, Penyidik KPK Masih Kumpulkan Alat Bukti

Saat ini, tersangka Karomani ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih KPK

Wakos Reza Gautama
Senin, 21 November 2022 | 15:46 WIB
Masa Penahanan Karomani cs Diperpanjang, Penyidik KPK Masih Kumpulkan Alat Bukti
Ilustrasi Rektor nonaktif Unila Karomani. KPK memperpanjang masa penahanan Rektor nonaktif Unila Karomani dkk. [ANTARA]

SuaraLampung.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tiga tersangka kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru tahun 2022 di Universitas Lampung (Unila) selama 30 hari ke depan. 

Tiga tersangka, yaitu Rektor Unila nonaktif Karomani (KRM), Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi (HY), dan Ketua Senat Unila Muhammad Basri (MB).

"Tim penyidik berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungkarang telah memperpanjang masa penahanan tersangka KRM dan kawan-kawan untuk masing-masing selama 30 hari sampai dengan 17 Desember 2022," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Senin (21/11/2022).

Ia mengatakan perpanjangan penahanan itu dilakukan karena tim penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk melengkapi berkas perkara penyidikan tiga tersangka tersebut.

Baca Juga:Panik ke Luar Gedung saat Gempa, Pimpinan KPK Ngaku Ngos-ngosan Turun dari Lantai 15

Saat ini, tersangka Karomani ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih KPK, Jakarta serta Heryandi dan Basri masing-masing ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.

Ketiganya merupakan penerima suap kasus tersebut. Sementara pemberi suap adalah pihak swasta Andi Desfiandi yang saat ini sudah berstatus terdakwa.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan bahwa Karomani yang menjabat sebagai Rektor Unila periode 2020-2024 memiliki wewenang terkait dengan mekanisme Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila) Tahun Akademik 2022.

Selama proses Simanila berjalan, KPK menduga Karomani aktif terlibat langsung dalam menentukan kelulusan dengan memerintahkan Heryandi, Kepala Biro Perencanaan dan Humas Unila Budi Sutomo, dan Basri untuk menyeleksi secara personal terkait dengan kesanggupan orang tua mahasiswa.

Apabila ingin dinyatakan lulus, calon mahasiswa dapat "dibantu" dengan menyerahkan sejumlah uang, selain uang resmi yang dibayarkan sesuai mekanisme yang ditentukan kepada pihak universitas.

Baca Juga:Dugaan Korupsi Lukas Enembe, KPK Periksa 7 Saksi dari Direktur hingga Ibu Rumah Tangga

Selain itu, Karomani juga diduga memberikan peran dan tugas khusus bagi Heryandi, Basri, dan Budi untuk mengumpulkan sejumlah uang yang disepakati dengan pihak orang tua calon mahasiswa baru. Besaran uang itu jumlahnya bervariasi mulai dari Rp100 juta sampai Rp350 juta untuk setiap orang tua peserta seleksi yang ingin diluluskan.

News

Terkini

Walau mengakui ada setoran uang, Karomani membantah uang yang diterimanya adalah bentuk suap

News | 17:35 WIB

Sejumlah pejabat mulai dari menteri, anggota DPR RI hingga kepala daerah menitipkan orang untuk diloloskan di Unila

News | 14:53 WIB

Zulkifli Hasan ikut menitipkan satu orang untuk diloloskan menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

News | 14:41 WIB

Akibat kecelakaan itu, pengendara sepeda motor meninggal dunia.

News | 10:31 WIB

Pasca perampokan itu, kata Iptu Fajrian Rizki, pihaknya melakukan cek tempat kejadian perkara bersama Inafis Polres Mesuji

News | 08:46 WIB

Mirza ditangkap saat bersama istri mudanya di Jakarta Utara

News | 08:17 WIB

Riski dengan nomor undi 6 penuh percaya diri membawakan pidato Bahasa Indonesia bertema Generasi Muda Sebagian Agen Toleransi.

Lifestyle | 18:35 WIB

Mantan Direktur PT Karya Nusa Tujuh (KNT) inisial IN tersangka korupsi uang penjualan pakan ternak

News | 20:57 WIB

Jaksa AM diduga telahmenyerobot tanah warga Desa Malang Sari

News | 16:34 WIB

Wilayah Jawa Barat di bagian Selatan dan Barat Daya Sumatera menyimpan potensi gempa bumi megathrust.

News | 15:33 WIB

Ternyata senpi tersebut adalah milik anggota Polres Pesawaran Bripka AN yang hilang dicuri

News | 14:50 WIB

pihaknya akan melakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional dalam aksi pembakaran PT GAJ.

News | 14:36 WIB

Kawanan ini terakhir beraksi di BRILink Labuhan Dalam, Tanjung Senang, Bandar Lampung

News | 14:28 WIB

Mahfud MD mengaku sering bertemu dengan Ganjar Pranowo

News | 13:43 WIB

Menurut Denise Chariesta, adegan hubungan badan dengan suami artis inisial RD tersebut sempat diabadikan lewat video.

Lifestyle | 13:32 WIB
Tampilkan lebih banyak