Gubernur Arinal Djunaidi: Optimal Hilirisasi Bikin Kopi Lampung Makin Dikenal

Rencana pengembangan rantai pasok kopi Lampung yang menghasilkan nilai tambah akan disandingkan dengan beragam kebijakan pendukung.

Tasmalinda
Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:28 WIB
Gubernur Arinal Djunaidi: Optimal Hilirisasi Bikin Kopi Lampung Makin Dikenal
Ilustrasi kopi. Hilirasi kopi Lampung [Pixabay/Couleur]

SuaraLampung.id - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi optimistis kopi bubuk Lampung mampu dipasarkan secara luas melalui optimalisasi hilirisasi komoditas lokal itu.

"Sebagai penghasil kopi, tentu kita akan lebih menekankan pada hilirisasi karena ini akan meningkatkan nilai jual komoditi kopi Lampung," ujar Arinal Djunaidi. 

Selama ini kopi Lampung banyak dijual keluar negeri atau dalam negeri hanya berbentuk biji sehingga melalui hilirisasi dapat diproduksi pula produk turunannya berupa kopi bubuk.

"Untuk kepentingan dalam negeri kita akan bangun industri kopi bubuk, dan optimis kopi bubuk Lampung dengan kemasan yang baik dapat dipasarkan secara luas di dalam negeri atau di ekspor," katanya.

Baca Juga:Jaga Situasi yang Mulai Membaik, IDI Lampung Sarankan Pemda Terus Tingkatkan Vaksinasi COVID-19

Menurut dia, kopi bubuk Lampung dalam kemasan juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daerah-daerah yang tidak memproduksi kopi.

"Bisa kita pasok ke daerah bukan penghasil kopi, dengan kemasan premium jadi bisa langsung dinikmati. Sebab selama ini kopi produksinya melimpah tapi nilai tambahnya tidak ada karena tidak dimanfaatkan dengan baik," ucapnya.

Rencana pengembangan rantai pasok kopi Lampung yang menghasilkan nilai tambah akan disandingkan dengan beragam kebijakan pendukung.

"Ini nanti juga akan meningkatkan pendapatan petani kopi di desa, tapi semua harus lebih agresif dalam menjaga kualitas, memelihara, mengembangkan komoditi yang menjadi kebanggaan Lampung," ujar dia.

Tanggapan positif atas adanya rencana perluasan pemasaran produk kopi Lampung melalui skema hilirisasi kopi robusta Lampung dikatakan oleh salah seorang petani kopi asal Lampung, Ansori.

Baca Juga:Walhi Lampung Menanam 500 Batang Mangrove di Pesisir Bandar Lampung

"Kalau bisa dibuat bubuk dengan harga yang lebih tinggi dari pada jual biji, petani mendukung rencana itu," kata Ansori.

Ia mengatakan, dengan pemasaran produk kopi bubuk Lampung yang dibantu oleh pemerintah daerah secara luas menjadi salah satu solusi mencegah adanya kerugian petani kopi bila harga kopi turun.

"Bisa jaga-jaga kalau misalkan harga kopi turun, jadi kita bisa jual bentuk bubuk, terlebih lagi kalau yang memasarkan dibantu pemerintah daerah jadi lebih luas," ucap dia pula.

Melansir ANTARA, Lampung sebagai daerah penghasil kopi robusta kini telah banyak berkembang beragam produk kopi bubuk olahan IKM ataupun petani secara mandiri.

Harga kisaran kopi robusta petik merah bubuk Lampung yang diusahakan oleh IKM dan petani tersebut berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000 rupiah per kemasan 200 gram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak