Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sudah 2 Kali Kebocoran Pipa Minyak Terjadi di Perairan Lampung, Ini Harapan Pemprov

Wakos Reza Gautama Kamis, 22 September 2022 | 15:32 WIB

Sudah 2 Kali Kebocoran Pipa Minyak Terjadi di Perairan Lampung, Ini Harapan Pemprov
Ilustrasi Pantai Mutiara Baru, Lampung Timur, dicemari limbah hitam dari kebocoran pipa minyak. Peristiwa kebocoran pipa minyak sudah dua kali terjadi di Lampung. [ANTARA]

Pada peristiwa kebocoran pipa minyak yang kedua terjadi di pesisir pantai Kabupaten Lampung Timur.

SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berharap tidak ada lagi kebocoran pipa minyak bumi yang sempat terjadi di pesisir pantai.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, insiden kebocoran pipa minyak sudah terjadi dua kali yaitu pada 6 September 2021 dan 4 Juli 2022.

Ia mengatakan, pada kebocoran pertama ada lima daerah yang terdampak yaitu Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus dan Pesisir Barat.

Pada peristiwa kebocoran pipa minyak yang kedua terjadi di pesisir pantai Kabupaten Lampung Timur.

Baca Juga: Pemprov Lampung dan KPK Gelar Workshop Peningkatan Integritas Badan Usaha

“Apabila masih ada laporan ditemukannya sisa ceceran minyak bumi diharapkan untuk segera melakukan pembersihan,” katanya.

Dia melanjutkan, dalam menanggulangi dampak dari tercemarnya lingkungan selain melakukan pembersihan atas sisa ceceran minyak bumi, diharapkan pengamatan dan riset mendalam dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terjadi dan mengurangi dampak pada lingkungan.

“Bisa jadi limbah yang kasat mata sudah dibersihkan, tetapi masih ada hal lain yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan, serta diharapkan pula segera merealisasikan penggantian pipa yang bocor untuk menjaga agar tidak insiden serupa," ujar dia lagi.

Menurut dia, perlu pula dilakukan upaya kemitraan dan komunikasi dengan komponen terkait untuk mengembalikan kepercayaan publik.

“Infrastruktur ataupun manajemen harus diperbaiki kembali, bangun komunikasi dan kerjasama yang lebih efektif untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Sedangkan untuk diskusi yang dilakukan menjadi upaya penanganan pencemaran lingkungan tersebut untuk mendapatkan solusi terbaik,” tambahnya. (ANTARA)

Baca Juga: Pemuda Batak Bersatu Lampung Desak Persidangan Pembunuhan Brigadir Yosua Disiarkan Langsung Media

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait