Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Sanggup Urus 7 Anak, Bayi Dibuang Ibu Kandungnya ke Bendungan Batu Tegi

Wakos Reza Gautama Rabu, 21 September 2022 | 08:31 WIB

Tak Sanggup Urus 7 Anak, Bayi Dibuang Ibu Kandungnya ke Bendungan Batu Tegi
Ilustrasi mayat anak. Bayi dibuang ibu kandungnya ke Bendungan Batu Tegi. [Antara]

Saat dibuang, bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan

SuaraLampung.id - Seorang ibu rumah tangga inisial WN (40), tega membuang bayinya di Dermaga Bendungan Batu Tegi, Kabupaten Tanggamus.

Saat dibuang, bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Jenazah bayi ditemukan warga setempat pada Sabtu (17/9/2022). 

Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Hendra Safuan mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima informasi penemuan mayat bayi di Dermaga Bendungan Batu Tegi.

Penyidik memeriksa sejumlah saksi, hingga menelusuri riwayat ibu hamil di sekitaran Bendungan Batu Tegi.

Baca Juga: Tips Kesehatan Buat Ibu Hamil dari dr.Zaidul Akbar, Perhatikan Nutrisi dan Konsumi 3 Jenis Herbal Sehat Ini

"Dari saksi didapat keterangan, ada seorang ibu punya riwayat hamil dilarikan ke RSUD Pringsewu pada Minggu (18/9/2022). Lalu tim langsung ke lokasi meminta keterangan, diduga orang tua bayi tersebut," kata Iptu Hendra Safuan dalam keterangannya, Rabu (21/9/2022) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.

Hasilnya wanita itu mengakui, bayi laki-laki ditemukan meninggal dunia di Dermaga Bendungan Batu Tegi adalah anak kandungnya.

Pelaku selama ini berdagang di warung dekat dermaga, tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah bayi.

"Dari pengakuan WN, ia terpaksa membuang bayinya karena faktor ekonomi. Sebab diketahui, WN ini sudah punya enam anak, namun ekonominya tidak mencukupi lagi," ujar Hendra Safuan.

Sebelum membuang bayinya, pelaku sempat mengeluhkan sakit perut, lalu berlari ke sisi dermaga yang biasa digunakan MCK. Setelah selesai, pelaku kembali lagi ke warungnya dalam keadaan pusing.

Baca Juga: Ngeri! Ibu Indah Permatasari Mau Bertemu Cucu Jika Arie Kriting Siap Sumpah Mubahalah dalam Masjid

"Sesampainya di warung, pelaku sempat pingsan, lalu suaminya membawanya ke bidan desa, karena mengeluarkan banyak darah. Namun kondisinya tidak memungkinkan, sehingga bidan desa menyarankan untuk membawanya ke Puskesmas Air Naningan," jelas Hendra.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait