Polri: Waspada Pembiayaan Teroris Berkedok Penggalangan Dana Kemanusiaan

kemajuan teknologi secara global memengaruhi modus pencarian dana kelompok teroris

Wakos Reza Gautama
Kamis, 26 Mei 2022 | 17:25 WIB
Polri: Waspada Pembiayaan Teroris Berkedok Penggalangan Dana Kemanusiaan
Ilustrasi Anggota Densus 88 geledah dan sita ratusan kota amal dari rumah yang disewa LAZ BM ABA di wilayah Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (03/11/2021). Polri meminta masyarakat waspada terhadap pembiayan teroris berkedok penggalangan dana kemanusiaan. [Suaralampung.id/Ahmad Amri]

Ia menyebutkan kelompok pendukung ISIS cenderung memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk melaksanakan tindak pidana pendanaan terorisme, di antaranya penggalangan dana atau crowdfunding.

Kelompok pendukung ISIS memanfaatkan media sosial untuk mencari sumbangan dari kelompoknya maupun masyarakat umum, dengan mengatasnamakan sosial agama dan pendidikan, dengan mudah mendapatkan dana yang tidak sedikit dan cepat.

"Ada juga sumbangan dari luar negeri. Pada tahun 2016 kelompok AD Surakarta mendapatkan kiriman dana dari Bahrunaim yang berada di Suriah untuk melaksanakan tindak pidana terorisme bom bunuh diri di Polres Surakarta," ungkapnya.

Cara berikutnya lewat pinjaman online (pinjol). Pada tahun 2019 kelompok AD Jawa Barat melakukan berbagai pinjaman daring melalui berbagai jasa pinjol untuk mengumpulkan dana.

Baca Juga:Buat Konten sebut UAS Ustaz Mesum, Polri Didesak Tindak Youtuber Johannes Liong

"Mereka mampu mendapatkan belasan juta rupiah dari pinjol," kata Ramadhan. (ANTARA)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini