facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lahannya di Indonesia, Kantor Pusat Perusahaan Kelapa Sawit di Luar Negeri

Wakos Reza Gautama Kamis, 26 Mei 2022 | 11:58 WIB

Lahannya di Indonesia, Kantor Pusat Perusahaan Kelapa Sawit di Luar Negeri
Ilustrasi: Minyak sawit mentah. Kantor pusat perusahaan minyak sawit di luar negeri sementara lahannya di Indonesia. [www.deptan.go.id]

Luhut juga meminta perusahaan minyak kelapa sawit membangun kantor pusat di Indonesia.

SuaraLampung.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan melakukan audit terhadap perusahaan minyak kelapa sawit.

Luhut juga meminta perusahaan minyak kelapa sawit membangun kantor pusat di Indonesia.

Luhut mengaku telah diminta Presiden Jokowi untuk menyelesaikan masalah minyak goreng di Jawa dan Bali.

"Begitu Presiden minta saya manage minyak goreng, orang pikir hanya minyak goreng. Tidak. Saya langsung ke hulunya. Anda sudah baca di media, semua kelapa sawit itu harus kita audit," katanya dalam seminar nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) secara daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Tuai Pro-Kontra Usai Ditunjuk Jokowi Urusi Minyak Goreng, Menko Luhut: Saya Bukan Menteri Segala Macam

Menurut Luhut, audit dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bisnis sawit yang ada. Hal itu meliputi luasan kebun, produksi hingga kantor pusatnya.

"Saya lapor Presiden, 'Pak, headquater-nya (kantor pusat) harus semua pindah ke sini'," katanya.

Luhut mengatakan kantor pusat perusahaan sawit wajib berada di Indonesia agar mereka membayar pajak. Pasalnya masih banyak perusahaan sawit yang berkantor pusat di luar negeri sehingga menyebabkan Indonesia kehilangan potensi pendapatan dari pajak.

"Bayangkan dia punya 300-500 ribu (hektare), headquarter-nya di luar negeri, dia bayar pajaknya di luar negeri. Not gonna happen. You have to move your headquarter to Indonesia. (Tidak boleh. Kamu harus pindahkan kantor pusatmu ke Indonesia)," tegasnya.

Luhut pun menanggapi banyaknya cibiran soal peran dan tugas barunya mengurus masalah minyak goreng.

Baca Juga: Polemik Penunjukan Luhut Urusi Minyak Goreng, Partai Ramai-ramai Kritik

Luhut menilai masalah minyak goreng bukan sekadar siapa yang menangani. Yang terpenting, menurut dia, adalah tujuan utama penyelesaian masalah tersebut, yaitu agar pasokan dan harganya bisa kembali dijangkau masyarakat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait