Kisah Tanah Jawa Klaim Temukan Desa Penari di Film KKN di Desa Penari, Warganet: Teknik Marketing

Banyak warganet yang penasaran lokasi sebenarnya desa tempat KKN di Desa Penari

Wakos Reza Gautama
Kamis, 26 Mei 2022 | 11:52 WIB
Kisah Tanah Jawa Klaim Temukan Desa Penari di Film KKN di Desa Penari, Warganet: Teknik Marketing
Rumah di Playen bekas syuting KKN di Desa Penari dijual dengan harga Rp60 Juta. Kisha Tanah Jawa klaim temukan lokasi KKN di Desa Penari. [Kontributor / Julianto]

SuaraLampung.id - Film KKN di Desa Penari disambut antusias para penggemar film tanah air. Ini terlihat dari jumlah penonton yang menyaksikan film ini pada saat dirilis pada Sabtu (30/4/2022).

Di hari pertamanya dirilis di bioskop, Film KKN di Desa Penari ditonton 315 ribu orang lebih. Jumlah ini adalah terbanyak ketiga dalam sejarah film di tanah air.

Jumlah penonton Film KKN di Desa Penari terus bertambah hingga akhirnya memecahkan rekor penonton terbanyak dalam sejarah film Indonesia. 

Pada 19 Mei 2022, jumlah penonton film yang disutradari Awi Suryadi mencapai 7 juta penonton yang menandakan film ini sebagai film Indonesia terlaris sepanjang massa.

Baca Juga:Kades-Bendahara di Bengkalis Ditahan Terkait Korupsi Dana Desa Rp 800 Juta

Terkini jumlah penonton Film KKN di Desa Penari sudah menembus angka 8 juta. Banyaknya penonton film horor ini membuat film ini jadi perbincangan di media sosial. 

Banyak warganet yang penasaran lokasi sebenarnya desa tempat KKN di Desa Penari. Akun Twitter Kisah Tanah Jawa, mengklaim berhasil mengetahui lokasi Desa Penari di KKN Desa Penari. 

Lewat infografis, akun Twitter Kisah Tanah Jawa memberikan gambaran mengenai lokasi Desa Penari. 

"Kami menemukan sebuah desa yang sudah ditinggal warga sejak tahun 2010 silam," informasi yang tertulis di Infografis tersebut. 

Di desa itu tidak hanya terdapat makam kuno tapi juga ada tempat yang biasa digunakan untuk pagelaran tari. 

Baca Juga:Sertakan Bukti-bukti, Lokasi KKN di Desa Penari Akhirnya Ditemukan?

Untuk menuju desa tersebut, harus melalui hutan karet dan pohon-pohon besar. Desanya sendiri tidak terlalu besar dan kontur jalan setapak menanjak seperti perbukitan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak