facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bersiap Endemi, Vaksinasi Booster Cegah Potensi Long Covid

Wakos Reza Gautama Kamis, 26 Mei 2022 | 09:57 WIB

Bersiap Endemi, Vaksinasi Booster Cegah Potensi Long Covid
Ilustrasi vaksinasi booster. Vaksinasi booster bisa cegah potensi long Covid. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Vaksinasi booster menjadi sebuah upaya yang bener-benar efektif dalam memberikan proteksi

SuaraLampung.id - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyatakan vaksinasi booster dapat membantu mencegah terjadinya potensi long covid saat negara bersiap memasuki masa endemi.

“Sebuah riset membuktikan bahwa dosis ketiga juga mengurangi sekali secara signifikan potensi long covid kalau terpapar dan dampak long covid itu macam-macam. Itu yang merugikan kita dan vaksin membantu sekali kita mengendalikan wabah ini,” kata Dicky saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Dicky menuturkan peranan dari vaksinasi booster di seluruh negara utamanya pada masa gelombang Omicron yang cenderung lebih mudah menular menjadi sangat efektif untuk melindungi diri dari penularan virus.

Vaksinasi booster menjadi sebuah upaya yang bener-benar efektif dalam memberikan proteksi pada kelompok rentan baik lansia, penderita komorbid maupun anak-anak yang belum bisa ikut mendapatkan vaksin COVID-19.

Baca Juga: Epidemiolog Sebut Booster Bisa Cegah Long Covid dan Lindungi Kelompok Rentan yang Belum Divaksin

Bahkan menurut satu riset, kata Dicky, vaksinasi booster dapat membuat durasi proteksi pada imun di dalam tubuh seseorang jauh lebih meningkat dan mampu bertahan lebih lama.

Apalagi untuk negara seperti Indonesia yang membutuhkan proteksi ekstra guna mencegah terjadinya ketimpangan imunitas di tiap-tiap provinsi, di tingkat kabupaten hingga desa. Serta mempertahankan imunitas tubuh yang menurun setelah enam bulan sejak dosis vaksinasi terakhir diberikan.

Menurut Dicky meskipun pandemi di Indonesia mulai terkendali atau negara sudah memasuki masa endemi, pelandaian kasus tidak boleh dianggap remeh karena penularan masih akan tetap terjadi.

“Untuk negara seperti Indonesia, katakanlah dengan cakupan vaksinasi booster yang masih dibawah 50 persen apalagi untuk lansia masih banyak belum mencapai 50 persen di beberapa wilayah sekalipun, itu memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi. Pelandaian itu tidak dapat dicermati sebagai situasi sudah aman dan terkendali,” ujar dia.

Pelandaian kasus justru harus diwaspadai karena seiring dengan meningkatnya imunitas di kalangan masyarakat, dampak yang terjadi pada penularan COVID-19 adalah orang yang terkonfirmasi positif cederung bergejala ringan atau tidak bergejala.

Baca Juga: Serentak, ASN Samarinda Disuntik Vaksin Booster Covid-19

Akibatnya, posisi kelompok rawan menjadi sangat berbahaya karena mampu memperbesar potensi kefatalan akibat COVID-19 yakni kematian yang sampai saat ini masih terus bertambah di Indonesia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait