facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Operasi Microsleep Berhasil Tekan Angka Kecelakaan di JTTS Selama Arus Mudik 2022

Wakos Reza Gautama Sabtu, 21 Mei 2022 | 09:41 WIB

Operasi Microsleep Berhasil Tekan Angka Kecelakaan di JTTS Selama Arus Mudik 2022
Ilustrasi tol lampung. Operasi microsleep di JTTS mampu menekan angka kecelakaan selama arus mudik 2022. [instagram/batikkembar_lampung]

Hutama Karya menginisiasi kegiatan Operasi Microsleep secara acak di ruas-ruas tol JTTS

SuaraLampung.id - Operasi microsleep yang digelar selama arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2022 berhasil menekan angka kecelakaan di jalan Tol Trans Sumatera hingga 40 persen. 

Hutama Karya menginisiasi kegiatan Operasi Microsleep secara acak di ruas-ruas tol JTTS dengan menggandeng kepolisian.

Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya Dwi Aryono Bayuaji mengatakan, microsleep dianggap sebagai pemicu utama kecelakaan di jalan tol.

Microsleep membuat pengendara tidak sadar bahwa dirinya sudah terlelap tidur dalam beberapa detik saat mengemudi. Hal ini terjadi karena pengemudi sudah sangat kelelahan.

Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Raya Serang Jakarta Pagi Ini Sebabkan Kemacetan Panjang

“Operasi Microsleep ini ternyata bisa menekan kecelakaan secara signifikan.

"Hutama Karya bersama Polres setempat memeriksa beberapa pengendara mobil yang diyakini kelelahan menyetir. Setelah itu, kami akan meminta mereka istirahat dan kami berikan makan camilan agar kembali bugar,” katanya.

Masyarakat juga sangat kooperatif saat operasi tersebut digelar. Ketika diminta istirahat dan tidak melanjutkan perjalanan, pengendara langsung setuju.

“Karena mereka sadar bahwa keselamatan adalah hal yang paling utama dalam arus mudik dan arus balik 2022 ini,” kata Dwi.

Hutama Karya mencatat angka kecelakaan selama arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2022 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menurun sekitar 40 persen dibandingkan dengan tahun 2019.

Baca Juga: Korban Tewas Kecelakaan Bus PO Ardiansyah Bertambah, Kondisi Pasien Memang Sudah Buruk Sejak Tiba di RS

Data tahun 2019 menjadi acuan perbandingan dikarenakan pada tahun 2020 dan 2021 tidak terdapat aktivitas arus mudik dan arus balik di JTTS mengingat diterapkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan penyekatan di jalan tol yang dikelola. Pada 2019, angka kecelakaan mencapai 10 kasus. Sedangkan pada arus mudik dan arus balik 2022 ini, angka kecelakaan menurun menjadi 4 kasus saja.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait