Tanggapi Ritual Kelompok Tunggal Jati Nusantara, MUI: Dari Segi Bacaan Tidak Ada yang Aneh

MUI angkat bicara terkait dengan ritual yang dilakukan Kelompok Tunggal Jati Nusantara di Pantai Payangan.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 15 Februari 2022 | 14:15 WIB
Tanggapi Ritual Kelompok Tunggal Jati Nusantara, MUI: Dari Segi Bacaan Tidak Ada yang Aneh
Ilustrasi lokasi ritual komunitas Tunggal Jati Nusantara. MUI Jember angkat bicara mengenai ritual Kelompok Tunggal Jati Nusantara. [Antara/Hamka Agung Balya]

SuaraLampung.id - Ritual Kelompok Tunggal Jati Nusantara di Pantai Payangan membuat 11 nyawa pengikutnya melayang. 

Para pengikut Kelompok Tunggal Jati Nusantara itu tersapu ombak saat menggelar ritual di Pantai Payangan. 

Ritual yang dilakukan Kelompok Tunggal Jati Nusantara menjadi sorotan. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember KH Abdul Haris angkat bicara terkait dengan ritual yang dilakukan Kelompok Tunggal Jati Nusantara di Pantai Payangan.

Baca Juga:Polemik Soal Pernyataan Wayang Haram, Komisi Dakwah MUI: Dakwah Itu Mengajak Bukan Mengejek, Apalagi Menginjak

"Kalau dari sisi bacaan salawat tidak ada yang aneh, kemudian menjadi aneh ketika ritual dilaksanakan di pantai, apalagi ketika ombak besar, dan konon katanya sudah dilarang. Itu yang jadi masalah," katanya, Selasa (15/2/2022) dikutip dari ANTARA.

Ia mengaku pihaknya baru mengetahui kelompok tersebut setelah tragedi maut yang terjadi di Pantai Payangan Jember pada Minggu (13/2/2022), sehingga MUI Jember tidak punya banyak data terkait dengan ritual yang dilakukan Padepokan Tunggal Jati Nusantara.

"Kami coba menelusuri dari video yang sudah viral dan teman-teman di Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi. Dari tayangan video itu, kami menegaskan bahwa dari sisi bacaan tidak ada yang aneh," tuturnya.

Menurutnya, Pantai Payangan yang dijadikan lokasi ritual yang menjadi masalah karena seakan-akan kelompok tersebut memiliki keyakinan bahwa ritual yang dilakukan di pantai lebih bagus dibandingkan tempat yang lain.

"Padahal, sesuai ajaran agama Islam sudah jelas bahwa tempat istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam segala hal adalah masjid dan tempat ibadah," katanya.

Baca Juga:BMKG Sebut Tinggi Gelombang Laut Capai 2,5 Meter saat Ritual Maut di Pantai Payangan Jember

Ia menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Fatwa untuk melakukan wawancara dan mencari data terkait Kelompok Padepokan Tunggal Jati Nusantara di Dukuhmencek.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini