alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bahas Hukum Tendang Sesajen, Quraish Shihab: Nabi Ibrahim Hancurkan Berhala tidak Harus Diteladani

Wakos Reza Gautama Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:42 WIB

Bahas Hukum Tendang Sesajen, Quraish Shihab: Nabi Ibrahim Hancurkan Berhala tidak Harus Diteladani
Ilustrasi Quraish Shihab. Quraish Shihab bahas hukum tendang sesajen dalam Islam. [Suara.com/M. Yasir].

ada yang menyamakan perbuatan orang menendang sesaji itu dengan perbuatan Nabi Ibrahim menghancurkan berhala.

SuaraLampung.id - Quraish Shihab angkat bicara mengenai masalah pria menendang sesajen yang ada di Gunung Semeru. Menurut Quraish Shihab, orang yang meyakini bahwa sesaji bisa membantunya mencapai keinginan tidak diperbolehkan dalam Islam. 

Quraish Shihab mengambil contoh misal ada seseorang memotong kepala kerbau supaya tidak diganggu jin dalam pembangunan. Hal itu kata dia tidak diperbolehkan. 

"Tapi kalo anda menyembelih kerbau menyembelih sapi untuk anda sedekahkan dan makan bersama tidak ada masalah," ujar Quraish Shihab dikutip dari YouTube Najwa Shihab. 

Jika memang orang yang menaruh sesaji di Gunung Semeru itu memohon bantuan selain kekuatan Ilahi menurut Quraish Shihab, umat Islam harus hati-hati dalam menyikapinya.

Baca Juga: Kronologi Penendang Sesajen Gunung Semeru hingga Viral: Berakhir Minta Maaf

Karena setiap masyarakat menurut Alquran, ujar dia, ada hal-hal yang dianggapnya baik dan Umat Islam dilarang mengganggunya. 

Hal itu menurut Quraish Shihab tertuang dalam Alquran Surat Al An'am ayat 108. 

"Jangan memaki sembahan-sembahan orang-orang yang menyembah selain Allah. Maki aja tidak boleh apalagi menendang," tegas Quraish Shihab.

Menurutnya, biarlah nanti Allah yang menentukan perbuatan orang tersebut di hari kemudian.  

"Jadi mestinya itu jangan ditendang. Kita hormati adat istiadat suku di sekitar kaki Gunung Semeru. Hormati bukan berarti setuju," ujarnya. 

Baca Juga: Tertangkap! Ini 4 Fakta Penangkapan Pria Penendang Sesajen Gunung Semeru

"Karena kalau tidak, kita mengundang orang juga memperlakukan apa yang kita percaya, apa yang kita lakukan itu sebagaimana perlakuan kita terhadap mereka," lanjut Quraish Shihab.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait