alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengapa Para Ilmuwan Khawatir Munculnya Varian Baru COVID-19 di Afsel?

Wakos Reza Gautama Sabtu, 27 November 2021 | 08:04 WIB

Mengapa Para Ilmuwan Khawatir Munculnya Varian Baru COVID-19 di Afsel?
Ilustrasi varian baru Covid-19. Munculnya varian baru COVID-19 di Afsel membuat para ilmuwan khawatir. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Sementara para ilmuwan berupaya memastikan apakah mutasi virus itu resisten terhadap vaksin.

SuaraLampung.id - Varian baru COVID-19 ditemukan di Afrika Selatan. Penemuan varian baru ini membuat para ilmuwan di Eropa khawatir. 

Sampai-sampai beberapa negara mulai mengetatkan perbatasannya karena mewaspadai varian baru COVID-19 ini. 

Sebut saja negara Uni Eropa, Inggris dan India sudah mengumumkan pengetatan perbatasan begitu tahu ada varian baru COVID-19 dari Afrika Selatan. 

Sementara para ilmuwan berupaya memastikan apakah mutasi virus itu resisten terhadap vaksin.

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Dinamai Omicron, Diakui Lebih Cepat Menular

Para ilmuwan Afsel mendeteksi sejumlah kasus varian baru yang diberi nama B11529 itu pada Selasa dari sampel yang dikumpulkan pada 14-16 November.

Pada Rabu, mereka mengurutkan lebih banyak genom dan menginformasikan pemerintah bahwa mereka khawatir. Mereka juga meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggelar rapat kelompok kerja teknis tentang evolusi virus pada Jumat.

Negara itu telah menemukan sekitar 100 kasus varian baru, sebagian besar dari provinsi Gauteng yang padat penduduk.

Para ilmuwan Afsel mengatakan tanda-tanda awal dari laboratorium diagnostik menunjukkan varian itu menyebar cepat di Gauteng dan kemungkinan sudah muncul di delapan provinsi lain negara itu.

Tingkat infeksi harian di Afsel hampir berlipat dua pada Kamis menjadi 2.465 kasus. Institut Nasional Penyakit Menular Afsel (NICD) tidak mengaitkan lonjakan itu dengan varian baru, meskipun para ilmuwan setempat menduga ada kaitannya.

Baca Juga: Mubassir, Lebih 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tidak Terpakai dan Kadaluwarsa

Botswana mendeteksi empat kasus, semuanya orang asing yang datang untuk misi diplomatik dan telah meninggalkan negara itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait