Masyarakat Masih Ragu dengan Vaksin Astrazeneca dan Pfizer, Menkes Pastikan Aman

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan vaksin merek Astrazeneca dan Pfizer aman digunakan.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 23 November 2021 | 10:42 WIB
Masyarakat Masih Ragu dengan Vaksin Astrazeneca dan Pfizer, Menkes Pastikan Aman
Ilustrasi vaksin Pfizer. Vaksin merek Astrazeneca dan Pfizer aman digunakan. [ANTARA FOTO]

SuaraLampung.id - Vaksinasi COVID-19 di Indonesia saat ini mulai menggunakan vaksin merek Astrazeneca dan Pfizer

Penggunaan vaksin merek Astrazeneca dan Pfizer ini makin marak dikarenakan persediaan vaksin Sinovac mulai menipis. 

Sementara di sisi lain, ada masyarakat yang masih ragu dengan vaksin merek Astrazeneca dan Pfizer. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan vaksin merek Astrazeneca dan Pfizer aman digunakan.

Baca Juga:Tak Punya Bukti Vaksin Covid-19, Ribuan Warga Rusia Tidak Boleh Naik Transportasi Umum

"Dua vaksin ini sama amannya, efikasinya lebih tinggi. Tapi karena baru, masyarakat masih ragu untuk menggunakannya," kata Budi dalam konferensi pers mengenai perkembangan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (23/11/2021) dikutip dari ANTARA.

Menkes mendorong agar semua masyarakat yang belum divaksinasi, terutama para lansia, agar tetap mau dan nyaman dengan menggunakan vaksin apapun guna mencapai target cakupan vaksinasi sebagai syarat membentuk kekebalan kelompok terhadap penyakit COVID-19.

"Memang ada demam, tapi tidak usah khawatir, vaksin-vaksin ini sudah terbukti aman, tidak usah ragu-ragu untuk segera divaksinasi. Jangan sampai apa yang terjadi di di Eropa bisa terjadi di Indonesia," katanya.

Budi menerangkan saat ini juga mulai terjadi penurunan laju vaksinasi yang sebelumnya sebanyak dua juta suntikan per hari kini menjadi di bawahnya. Hal itu disebabkan dengan mulai menurunnya persediaan vaksin Sinovac.

Saat ini stok vaksin yang dimiliki Indonesia sebanyak 287 juta dosis. Sebanyak 273 juta dosis sudah dikirim ke berbagai daerah, dan sebanyak 225 juta dosis sudah disuntikkan sehingga tersisa 50 juta dosis. Budi menerangkan jumlah stok yang tersisa tersebut masih cukup untuk dilakukan vaksinasi selama satu bulan ke depan.

Baca Juga:Bayern Munich Potong Gaji Pemain yang Enggan Divaksin

Menkes juga melaporkan bahwa saat ini Indonesia lebih banyak mendapatkan donasi vaksin dari luar negeri lantaran produksi yang berlebih di negara maju.

"Kita sekarang lebih banyak menerima vaksin donasi dari luar negeri karena produksi vaksin di negara maju sudah berlebih untuk mereka gunakan sendiri. Dan paling banyak kita terima dalam jenis vaksin Pfizer dan Moderna," kata Budi. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak