facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gelar Lomba Mural, Kapolri Tegaskan Polri Tidak Antikritik

Wakos Reza Gautama Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:19 WIB

Gelar Lomba Mural, Kapolri Tegaskan Polri Tidak Antikritik
Ilustrasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri tegaskan Polri tidak antikritik. [Foto: Antara]

Pernyataan Kapolri bahwa Polri tidak antikritik dilontarkan pada acara puncak Bhayangkara Mural Festival 2021

SuaraLampung.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan lembaga yang dipimpinnya tidak antikritik.

Pernyataan Kapolri bahwa Polri tidak antikritik dilontarkan pada acara puncak Bhayangkara Mural Festival 2021 di Lapangan Bhayangkara, Sabtu (30/10/2021). 

Kapolri mengatakan, kegiatan lomba mural tersebut adalah bukti instansi yang dia pimpin tidak antikritik dan menghormati kebebasan berprekspresi.

"Hari ini adalah bukti kami menghargai kebebasan ekspresi," kata dia, di Jakarta, Sabtu (30/10/2021) dikutip dari ANTARA. 

Baca Juga: Ketua DPR: Polri Jadi Tumpuan Rakyat untuk Menjaga Keamanan dan Ketertiban

Instansi itu melaksanakan Bhayangkara Mural Festival 2021 Piala Kapolri untuk yang pertama kalinya, yang diikuti 803 peserta dari 34 Polda jajaran serta wilayah Jabodetabek.

Dari 803 peserta dilakukan seleksi, hingga meloloskan 453 karya muralis dari 34 Polda dan wilayah Jabodetabek. Kemudian sketsa itu dikurasi juri hingga terpilih 80 muralis yang diikutikan dalam festival tingkat nasional.

Lomba ini mengangkat tema "Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi yang Positif di Masa Pandemi Covid-19". Kepolisian Indonesia juga menyediakan 10 slot mural subtema kritik untuk mereka. 

Beberapa saat sebelum lomba mural ini digagas, publik menyaksikan bahwa mural-mural yang dibuat sebagian warga tentang kondisi sosial dan lain-lain terkini kerap diberangus dengan modus dicat ulang seluruhnya oleh petugas-petugas. Lomba mural kali ini ditujukan untuk mengubah persepsi publik itu.

Terkait kebebasan berekspresi, kata dia, hal ini sejalan dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia adalah negara yang demokratis dan menghargai kebebasan berekspresi.

Baca Juga: Komisi III Dukung Kapolri Jaga Martabat Institusi Polri

"Oleh karena itu tentunya kami institusi Polri berpegang teguh aturan-aturan yang ada, arahan dari Bapak Presiden terkait kebebasan berekspresi. Hari ini saya tegaskan bahwa tegaskan Polri sangat menghormati kebebasan berekspresi," ujar sang jenderal polisi itu yang pernah menjadi ajudan presiden itu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait