ITAGI Teliti Vaksin Booster yang Cocok di Indonesia

Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, vaksin boosterbisa vaksin yang sama dan berbeda.

Wakos Reza Gautama
Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:05 WIB
ITAGI Teliti Vaksin Booster yang Cocok di Indonesia
Ilustrasi Vaksin Covid-19. ITAGI teliti vaksin booster di Indonesia. [Pixabay]

SuaraLampung.id - Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) memberikan rekomendasi mengenai vaksin booster yang akan disuntikkan ke masyarakat umum.

Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, vaksin booster bisa vaksin yang sama dan berbeda.

"Kalau yang berbeda kita pilih yang punya efikasi tinggi dan daya tahan yang tinggi untuk varian virus baru," kata Sri Rezeki Hadinegoro yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Ia mengatakan rencana vaksinasi booster atau dosis ketiga sebagai penguat imun saat ini masih diteliti ITAGI bersama sejumlah pakar dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Indonesia.

Baca Juga:Obor Olimpiade Mendarat di Beijing, China Kebut Dosis Ketiga Vaksin COVID-19

Penelitian itu menyikapi permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyusul program vaksinasi booster bagi masyarakat yang semakin menguat bergulir pada 2022.

"Memang benar kami bersama sejumlah universitas diminta Pak Budi Gunadi Sadikin meneliti booster. Ini masih penelitian dan belum ada hasil," katanya.

Sri mengatakan proses penelitian saat ini dilakukan terhadap beberapa varian vaksin yang beredar di Indonesia.

"Untuk yang primer dipakai Sinovac dua kali atau AstraZeneca dua kali atau di-booster dengan vaksin lain," katanya.

Salah satu metode penelitian dilakukan pada campuran vaksin Sinovac dosis 1 dan Sinovac dosis 2 dan untuk dosis ketiga juga menggunakan Sinovac.

Baca Juga:Cara Download Sertifikat Vaksin Tanpa Aplikasi PeduliLindungi

Metode lainnya adalah Sinovac dosis 1 dan dosis kedua digabung dengan Moderna atau Pfizer sebagai "booster".

"Penelitian ini belum termasuk vaksin Merah Putih karena belum jadi," katanya.

Selain menyasar masyarakat berusia produktif dan remaja, kata Sri, ITAGI juga berencana menguji coba vaksin booster untuk kelompok masyarakat berusia di atas 60 tahun.

"Sebab kita tahu bahwa mereka (lansia, red.) sangat rentan terpapar oleh virus corona, akibat gangguan kekebalan tubuh," katanya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini