alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Israel Bongkar Pemakaman Suci Umat Islam Berusia 1.000 Tahun, OKI Bereaksi Keras

Wakos Reza Gautama Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Israel Bongkar Pemakaman Suci Umat Islam Berusia 1.000 Tahun, OKI Bereaksi Keras
Kondisi pemakaman muslim dihancurkan oleh pemerintah Israel di Kota Yerusalem di pemakaman al-Yusufiye dekat pintu masuk kompleks masjid Aqsa, Yerusalem timur pada 10 Oktober 2021. [AHMAD GHARABLI / AFP]

Situs bersejarah yang dibongkar Israel adalah pemakaman muslim yang berusia lebih dari 1.000 tahun.

SuaraLampung.id - Israel membongkar situs bersejarah Islam di Yerusalem.

Situs bersejarah yang dibongkar Israel adalah pemakaman muslim yang berusia lebih dari 1.000 tahun. 

Pemakaman muslim Mamilla dan Al Yousifieh di Yerusalem adalah situs budaya yang dianggap suci oleh umat Islam setempat.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Selasa (12/10/2021) mengutuk pembongkaran dan penggalian yang dilakukan di pemakaman Muslim di Yerusalem oleh otoritas Israel.

Baca Juga: OKI Kutuk Keras Pembongkaran Kuburan Muslim Berusia 1.000 Tahun Oleh Israel

Melansir laman kantor berita Anadolu, Rabu (13/10/2021), dalam pernyataannya, organisasi itu menyoroti kesucian pemakaman Mamilla dan Al Yousifieh, yang berusia lebih dari 1.000 tahun.

 OKI mencatat bahwa kebijakan Israel menargetkan situs suci Islam, situs budaya dan budaya Muslim di Yerusalem yang diduduki.

Kebijakan semacam itu merupakan provokasi terhadap perasaan umat Islam pada umumnya dan Palestina pada khususnya, tambahnya.

Hal yang sama juga digarisbawahi Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pembukaan The Friedman Center for Peace through Strength di Museum of Tolerance di Yerusalem, yang dibangun di lokasi pemakaman Muslim yang dihancurkan.

Infantino mengatakan pembongkaran itu bertentangan dengan nilai-nilai suci yang mendasari olahraga dan prinsip-prinsip FIFA.

Baca Juga: Dianggap Berurusan dengan Musuh, Lebanon Jebloskan Warganya karena Punya KTP Israel

Menurut pernyataan itu tindakan Infantino menjelaskan ada bias yang jelas dan tidak dapat diterima dalam mendukung pendudukan Israel. (Sumber: kantor berita Anadolu)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait