Kasusnya Kembali Mencuat, Ini Jawaban Oknum ASN Luwu Timur yang Dituding Perkosa 3 Anaknya

Kasus oknum ASN memperkosa tiga anak kandungnya di Luwu Timur ini ramai jadi pembicaraan di media sosial.

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 09 Oktober 2021 | 12:15 WIB
Kasusnya Kembali Mencuat, Ini Jawaban Oknum ASN Luwu Timur yang Dituding Perkosa 3 Anaknya
Ilustrasi Pemerkosaan. Oknum ASN Luwu Timur buka suara mengenai kasus yang pemerkosaan tiga anak kandungnya. [Project M]

SuaraLampung.id - Oknum aparatur sipil negara (ASN) di Luwu Timur berinisial SA angkat suara mengenai tudingan dirinya mencabuli sampai memperkosa tiga anak kandungnya. 

Kasus oknum ASN memperkosa tiga anak kandungnya di Luwu Timur ini ramai jadi pembicaraan di media sosial. Ini karena kasus itu dihentikan penyelidikannya oleh aparat kepolisian. 

SA, oknum ASN yang dilaporkan memperkosa tiga anak kandungnya itu membantah keras tudingan dugaan kekerasan seksual itu.

"Mungkin orang-orang tidak memahami kejadian sebenarnya sehingga dia (melaporkannya). Terus mamanya, mantan istri saya itu memaksakan kehendak," ujar RA saat dihubungi wartawan sedang berada di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (8/10/2021) dikutip dari ANTARA.

Baca Juga:Perlindungan Perempuan dan Anak Sulsel Ungkap Fakta Laporan Pencabulan Anak di Luwu Timur

RA berdalih, dalam kasus ini tidak ada yang mencoba melindunginya, apalagi dirinya bukanlah orang berpengaruh di Luwu Timur, hanya sebagai Aparatur Negeri Sipil (ASN) biasa di Inspektorat Pemkab Luwu Timur.

"Kalau kita mau secara analisa, secara logika, saya ini siapa mempengaruhi (kasus) ini. Sampai tuduhannya bahwa bisa mempengaruhi penyidik, dan aparat hukum. Sedangkan bupati, ketua DPRD saja diambil (ditangkap). apalagi semacam saya ini, kalau memang melakukan kesalahan," ujarnya pula.

Ia pun menjelaskan, dari pemeriksaan oleh Biddokes Polda Sulsel terkait hasil visum terhadap alat vital ketiga anaknya pada 2019 lalu, dinyatakan tidak terbukti adanya kekerasan seksual pada anak-anaknya. Begitupun hasil tes kejiwaan pada mantan istrinya, kata dia ada dugaan kelainan jiwa.

"Hasil (visum) kedokteran (dari Biddokes Polda Sulsel) juga tidak mungkin dipertaruhkan, dia punya ini (hasil visum). Kalau saya, secara nalar, tidak masuk (kekerasan seksual), ini tuduhan, siapa mau dianu (dituduh)," katanya membantah.

Ditanyakan sejauh ini bagaimana status hubungan dengan anaknya usai dilaporkan, kata RA lagi, sejak berkasus pada 2019, lalu ibunya serta tiga anaknya ke Makassar dan kini kembali mencuat melalui viral, kata dia, tidak pernah lagi bertemu.

Baca Juga:Berkelit, Terlapor Kasus Pemerkosaan Anak Laporkan Mantan Istri ke Polres Luwu Timur

"Saya tidak pernah lihat lagi itu anak-anak, karena takutnya saya dilaporkan dengan masalah baru lagi, itu saya jaga. Karena tahu karakter ini mamanya, jadi saya tidak mau. Cukup saya kirimkan uang makannya tiap bulan, itu rutin," ujar dia lagi.

Dia pun tetap memonitor pemberian nafkah kepada anaknya dan memfoto copy semua bukti transfer. Bahkan menanyakan ke bank untuk memastikan apakah nomor rekening mantan istrinya itu masih aktif atau tidak, karena anak-anaknya tidak memiliki rekening.

"Jadi dia (SA) ini memaksakan kehendak. Sejak bermasalah tidak pernah telepon, saya blokir nomornya. Saya tidak mau mendengarkan kata-kata tidak pantas membuat saya emosi," katanya lagi. (ANTARA)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini