"Di rumah saya itu kan kebetulan di sebelah ada makam gede. Nah saya lihat, orang-orang nyari duit pada nyapu-nyapu, terus cabutin rumput gitu, saya coba," kata Nunung.
"Saya bersihin makam orang yang mau berziarah, saya bersihin makamnya, saya cabutin rumputnya, dikasih seadanya," ujarnya lagi.
Benar saja, Nunung bisa dengan mudah mendapat duit dari sana. Dia begitu bersyukur bisa membantu ibunya membeli beras.
Nunung paling suka ketika masuk bulan Ramadan. Sebab di momen itu banyak orang yang berziarah ke makam.
Baca Juga:Baru Diungkap, Nunung Dulu Dilarang Lucu di Srimulat
"Benar-benar panen uang saya," ucapnya.
Nunung baru bekerja di tempat pemakaman usai pulang sekolah. Dia bisa sampai seharian berada di sana.
"Sampai kadang-kadang maghrib ketiduran di makam sampai jam 7 malam. Kadang-kadang disusul ibu 'udah pulang, udah nggak ada yang dateng kalau udah malam' ya udah saya pulang," katanya mengenang.