Masuk Grup B Liga 2 2021, Badak Lampung FC Bertemu Rans Cilegon FC

Badak Lampung FC akan bertemu tim milik Raffi Ahmad Rans Cilegon FC dan klub lain di grup B

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 17 September 2021 | 13:54 WIB
Masuk Grup B Liga 2 2021, Badak Lampung FC Bertemu Rans Cilegon FC
Ilustrasi Pemain Badak Lampung FC saat latihan. Badak Lampung FC berada di grup B Liga 2 2021. [Lampungpro.co/Dok Badak Lampung FC]
  1. Sriwijaya FC
  2. PSPS Riau
  3. KS Tiga Naga
  4. Semen Padang
  5. PSMS Medan
  6. Babel United

Grup B (Stadion Madya Senayan, Jakarta)

  1. Martapura Dewa United
  2. PSKC Cimahi
  3. Rans Cilegon FC
  4. Badak Lampung FC
  5. Perserang Serang
  6. Persekat Tegal

Grup C (Stadion Manahan, Solo)

  1. Persis Solo
  2. PSCS Cilacap
  3. PSIM Yogyakarta
  4. Hizbul Wathan FC
  5. Putra Safin Grup
  6. Persijap Jepara

Grup D (Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya)

  1. Kalteng Putra
  2. Persiba Balikpapan
  3. Mitra Kukar
  4. Sulut United
  5. PSBS Biak
  6. Persewar Waropen

Format Liga 2 2021

Baca Juga:Jelang Kick Off Liga 2, Badak Lampung FC akan Gelar Tiga Laga Uji Coba

Kompetisi Liga 2 2021 direncanakan bergulir mulai 26 September dan rampung pada 19 Desember 2021.

Untuk babak penyisihan grup akan berlangsung dua putaran. Sebanyak 24 klub peserta Liga 2 dibagi ke dalam empat grup, di mana masing-masing diisi enam tim.

 Liga 2 2021 akan memakai format double round-robin. Masing-masing tim akan bermain sebanyak 10 kali dalam fase grup ini.

"Jadi, juara dan runner-up dari masing-masing grup akan lolos ke babak selanjutnya. Sementara tim terbawah dari masing-masing grup bakal degradasi," papar Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno dalam jumpa pers virtual, Kamis (16/9/2021) malam.

PT LIB juga telah menentukan tuan rumah di fase grup putaran pertama ini. Mereka adalah Sriwijaya FC (Grup A), Dewa United (Grup B), Persis Solo (Grup C), dan Kalteng Putra (Grup D).

Baca Juga:Start 26 September, Berikut Format dan Pembagian Grup Liga 2 2021

Adapun penentuan tuan rumah ini tidak sembarangan. PT LIB melihat situasi pandemi COVID-19 hingga faktor kondisi geografis.

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak