alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejumlah Klinik di Bandar Lampung Belum Tetapkan Harga PCR Sesuai SE Kemenkes

Wakos Reza Gautama Kamis, 16 September 2021 | 13:06 WIB

Sejumlah Klinik di Bandar Lampung Belum Tetapkan Harga PCR Sesuai SE Kemenkes
Ilustrasi Tes PCR. Sejumlah klinik di Bandar Lampung belum terapkan harga PCR sesuai SE Kemenkes. [Dok: Istimewa]

harga tes PCR yang ditetapkan oleh kemenkes RI belum diterapkan beberapa klinik di Bandar Lampung

SuaraLampung.id - Beberapa klinik kesehatan di Bandar Lampung belum menerapkan harga tes Polymerase Chain Reaction atau PCR sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. 

Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI soal menetapkan tarif atau harga tertinggi pemeriksaan tes PCR untuk di luar pulau Jawa-Bali, yaitu Rp 525 ribu.

Namun harga tes PCR yang ditetapkan oleh kemenkes RI belum diterapkan beberapa klinik atau layanan tes PCR di Bandar Lampung.

Berdasarkan pantuan dan penelusuran wartawan Suaralampung.id, di beberapa klinik tes PCR, ditemukan masih ada klinik yang menerapkan harga tes PCR di atas ketentuan Kemenkes.

Baca Juga: Dilema Tes PCR: Jokowi Teriak Harga Turun, Praktiknya Masih Mahal

Beberapa klinik di Bandar Lampung masih menerapkan tarif tes PCR berkisar antara Rp 525 ribu hingga Rp 900 ribu.

Di klinik di pertigaan Jalan Ratu Dibalau, Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, misalnya. Di depan klinik itu dipasang spanduk melayani pemeriksaan Rapid Test Antigen COVID-19.

Ilustrasi antigen swab PCR [Suara.com]
Ilustrasi antigen swab PCR [Suara.com]

Selain itu, juga terdapat tenda didalamnya terdapat kursi tempat duduk bagi warga yang antri untuk melakukan tes.

Seorang petugas yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan penerapkan tarif atau harga tes PCR di klinik nya itu berdasarkan lama atau tidaknya hasil tes PCR tersebut di diketahui.

"Disini ada dua tawaran harga tes PCRnya. Ada yang harga Rp 525 ribu, dua hari baru diketahui hasilnya dan Rp 650 ribu, satu hari langsung bisa diketahui hasilnya, " kata petugasnya, Senin (13/09/2021).

Baca Juga: Dukungan Masyarakat Samarinda Soal Penurunan Harga Swab Test PCR

Di tempat terpisah, sebuah klinik di jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Sukabumi, Kota Bandar Lampung, seorang petugas yang tidak disebutkan namanya mengatakan tes PCR disana dengan harga Rp 900 ribu.

"Harga tes PCR-nya, Rp 900 ribu.Hasilnya hanya satu hari, misalnya kalau bapak tes PCR-nya hari ini. Hasilnya bisa diketahui jam delapan malam," ujarnya.

Kemudian di klinik di Jalan Yos Sudarso, Teluk Betung, Kota Bandar Lampung dan RS di Jalan Urip Sumoharjo, menerapkan tarif atau harga, tes PCR seharga Rp 525 ribu.

"Harga tarif tes PCRnya, lima ratus dua puluh lima ribu (Rp525 ribu red).Hasilnya bisa diketahui satu hari," kata petugas di RS Urip Sumoharjo.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung,Edwin Rusli mengatakan, terkait tarif PCR bukan kewenangan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

"Kalau soal tarif atau harga tes PCR bukan kewenangan kita. Itu kewenangan Dinas Kesehatan Provinsi. Kalau kita soal tes antigen. Jadi silahkan tanya ke pihak Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, " ujarnya.

Kepala Dinas Provinsi Lampung, Reihana ketika di hubungi melalui sambungan ponsel dan Whatsapp, tidak menjawab telpon maupun membalas pesan melalui WhatsApp.

Tes PCR Jelang Operasi

Suartini (65) warga Way Halim,Kota Bandar Lampung, mengatakan tes PCR karena akan melakukan operasi.

"Ibu saya tes PCR karena mau operasi, maka dipastikan tes PCR dulu diluar rumah sakit, biar bisa Langsung dioperasi. Dan hasilnya negatif. Tes PCR-nya di klinik di jalan Yos Sudarso. Tarifnya lima ratus dua puluh lima ribu. Hasilnya langsung keluar sehari, " kata Fitri anak dari Sunartini.

Fitri mencerita, awalnya orang tua dia di vonis dokter di diagnosa CKD atau gagal ginjal pada April 2021 lalu. Meskipun sudah di vonis dokter CKD namun orang tu anya belum berani untuk melakukan cuci darah atau HD.

"Karena orang tua saya banyak keluhan akhirnya dibawa konsul lagi ke dokter dan hasil konsultasi itu orang tua harus cuci darah atau HD, untuk HD harus operasi pasang cimino, "kata Fitri.

Kemudian fitri menjelaskan, setelah dari konsultasi dengan dokter dan harus dilakukan operasi pemasangan cimino yang dijadwalkan pada 8 September 2021, pihak keluarganya berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan tes PCR terhadap orang tuanya karena ada keluhan batuk.

"Karena orang tua saya ada keluhan batuk maka sebelum tidakan operasi keluarga berinisiatif untuk cek mandiri tes PCR biar tahu apakah hasil tes PCRnya negatif atau positif, " jelasnya.

Kemudian, dari hasil tes PCR dan ternyata negatif maka keluarga langsung membawa orang tuanya ke RS untuk tindakan operasi pemasangan cimino.

"Ya Alhamdulillah hasil tes PCRnya negatif dan keluarga langsung bawa orang tua saya untuk oprasi pemasangan cimino dan proses operasinya bisa lebih cepat karena sudah ada hasil tes PCR. Sekarang orang tua saya rutin HD, setiap dua minggu sekali," kata dia. 

Kontributor : Ahmad Amri

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait