Buwas Ungkap Aktor yang Memviralkan Bantuan Beras Rusak di Pandeglang

Buwas angkat bicara mengenai viralnya bantuan beras PPKM yang rusak di Pandeglang, Banten.

Wakos Reza Gautama
Senin, 30 Agustus 2021 | 15:10 WIB
Buwas Ungkap Aktor yang Memviralkan Bantuan Beras Rusak di Pandeglang
Ilustrassi Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Budi Waseso (Buwas). Buwas ungkap aktor yang memviralkan bantuan beras rusak di Pandeglang. [Suara.com/Achmad Fauzi]

SuaraLampung.id - Bantuan Beras PPKM rusak yang terjadi di Pandeglang Banten viral di media sosial. 

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas angkat bicara mengenai viralnya bantuan beras PPKM yang rusak di Pandeglang, Banten.

Menurut Buwas, ada pihak-pihak yang sengaja memviralkan bantuan beras PPKM rusak di Pandeglang, Banten. 

Motifnya kata Buwas, ingin mencemarkan nama baik Bulog. Hal itu Buwas utarakan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Senin (30/8/2021). 

Baca Juga:Geger Beras Bantuan PPKM Tak Layak Makan, Buwas: Sengaja Diviralkan, Menjelekkan Bulog

Buwas menjelaskan ada pihak yang sebelumnya menjadi pemasok dan penyalur untuk program bantuan beras keluarga sejahtera (Rastra) tidak mendapatkan bagian penyaluran bantuan beras PPKM sebanyak 288 ribu ton kepada 8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang seluruhnya ditugaskan kepada Bulog.

"Maka yang kemarin itu di antaranya adalah temuan dari kelompok-kelompok yang dulunya pensupply, jadi karena tidak dapat, mereka mencari kelemahannya," kata Budi Waseso yang biasa disapa Buwas dikutip dari ANTARA.

Buwas mengungkapkan kronologi tersiarnya kabar beras rusak dari Bulog untuk program Bantuan Beras PPKM di Pandeglang Banten.

Beras tersebut sempat terkena air hujan saat penurunan dari truk ke kelurahan yang dilakukan oleh transporter.

Buwas menyebut hanya terdapat tiga sak beras yang rusak dari total 464 paket yang diterima di kelurahan tersebut.

Baca Juga:Stok Beras Nasional Capai 1,16 Juta Ton

Dikarenakan kondisi beras yang rusak, beras tersebut tidak disalurkan kepada warga dan hanya disimpan di kantor kelurahan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini