Dikenal Anti Islam, Wasiat Sang Jenderal Minta Dimakamkan Secara Islam

Jenderal Benny Moerdani membantah dirinya anti Islam.

Wakos Reza Gautama
Rabu, 11 Agustus 2021 | 12:35 WIB
Dikenal Anti Islam, Wasiat Sang Jenderal Minta Dimakamkan Secara Islam
Jendral Benny Moerdani. [Dok Buku Benny Moerdani Profil Prajurit Negarawan]

SuaraLampung.id - Jenderal Benny Moerdani dikenal sebagai Jenderal Anti Islam.  Tuduhan ini menguak ketika pecahnya tragedi Tanjung Priok di tahun 1984. 

Ratusan umat Islam tewas ditembaki aparat TNI. Panglima TNI saat itu dijabat Jenderal Benny Moerdani.

Sentimen agama muncul karena Benny adalah seorang beragama Katolik. 

Benny dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab dalam pembantaian umat Islam di Tanjung Priok.

Baca Juga:Oknum Militer Daerah Tilep Dana Siswa Untuk Kepentingan Pribadi, Jenderal Andika Murka

Dalam buku biografi Benny Moerdani yang berjudul "Benny Moerdani Profil Prajurit Negarawan" karya Julius Poor, Sang Jenderal membantah adanya motif agama di balik Peristiwa Tanjung Priok.  

Tudingan Benny sebagai anti Islam makin terlihat dari beberapa kebijakannya di internal TNI. Di masa Benny menjadi Panglima TNI, perwira berlatar belakang santri sulit dapat jabatan. 

Dikutip dari Buku "Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto" karya Salim Said, Benny membantah dirinya anti Islam. 

Menurut Salim Said, saat ditanya mengenai dirinya anti Islam, muka Benny Moerdani memerah. Benny terdiam cukup lama. 

Melihat raut wajah Benny Moerdani, Salim mengaku ketakutan. 

Baca Juga:Buntut Turun ke Jalan Pakai Bikini, Dinar Candy Terancam Pidana 10 Tahun Penjara

"Kok saya yang dituduh anti Islam. Soeharto itu yang anti Islam," tegas Benny Moerdani kepada Salim Said.  

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini