alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Angka Kematian COVID-19 di Masa Akhir PPKM Level 4 Naik 3 Kali Lipat

Wakos Reza Gautama Senin, 09 Agustus 2021 | 11:33 WIB

Angka Kematian COVID-19 di Masa Akhir PPKM Level 4 Naik 3 Kali Lipat
Ilustrasi Pemakaman jenazah Covid-19. Kasus kematian COVID-19 di akhir PPKM level 4 naik tiga kali lipat. [Ist]

Tjandra mencatat kenaikan angka kematian bila dibandingkan pada waktu awal PPKM level 4.

SuaraLampung.id - Guru Besar Paru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Tjandra Yoga Aditama mengevaluasi pelaksanaan PPKM level 4

Tjandra mencatat kenaikan angka kematian bila dibandingkan pada waktu awal PPKM level 4.

"Yang meninggal 1500 per hari. Pada awal PPKM Darurat 491, jadi naik 3 kali," kata dia dikutip dari ANTARA, Senin (9/8/2021).

Kemudian untuk tingkat kepositifan atau positivity rate tercatat sekitar 25 persen. Angka ini 5 kali batas WHO yang menetapkan 5 persen.

Baca Juga: Miris! Terdampak PPPKM, Pemandu Karaoke Ramai-ramai Jadi Buruh Angkut Bahan Bangunan

Walau begitu, Tjandra mencatat angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate atau BOR) di kota-kota besar kawasan Jawa dan Bali turun dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tak lagi penuh.

Selain itu, data kasus baru di beberapa daerah Jawa sudah menurun, sesudah masa penyesuaian diberlakukan.

Lebih lanjut, menurut dia, saat ini ada tiga hal yang patut jadi perhatian utama yakni upaya maksimal untuk menurunkan angka kematian, pelaksanaan komunikasi risiko dengan baik yakni kolaborasi pemerintah dan praktisi lapangan, serta melakukan analisa ilmiah yang valid dan lengkap untuk dasar pengambilan keputusan.

Tjandra Yoga Aditama menyarankan pemerintah mempertimbangkan sejumlah hal bila akan melakukan pelonggaran setelah masa penyesuaian kegiatan masyarakat berakhir mulai Senin ini.

Dia menyebut perlu adanya data amat lengkap dan rinci per kabupaten/kota tentang dua aspek yakni aspek respon kesehatan masyarakat dan community transmission atau penularan komunitas yakni untuk menggambarkan kondisi seseorang terinfeksi virus tetapi mereka belum pernah ke luar negeri baru-baru ini atau baru-baru ini melakukan kontak dengan kasus lain yang dikonfirmasi.

Baca Juga: Hari Terakhir PPKM Level 4, Begini Suasana Lalu Lintas di Pos Penyekatan Lenteng Agung

Pada Februari lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan dokumen untuk memandu pemerintah di semua negara mengelola penularan komunitas virus corona.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait