Satono Tiga Kali Lolos dari Penangkapan, Kajari Bandar Lampung Akui Ada Kebocoran

adanya kebocoran operasi penangkapan Satono

Wakos Reza Gautama
Selasa, 13 Juli 2021 | 18:35 WIB
Satono Tiga Kali Lolos dari Penangkapan, Kajari Bandar Lampung Akui Ada Kebocoran
Kajari Bandar Lampung Abdullah Noer Deny akui ada kebocoran operasi penangkapan Satono. [Suaralampung.id/Ahmad Amri]

SuaraLampung.id - Meninggalnya buronan Satono, mantan Bupati Lampung Timur, meninggalkan tanda tanya.

Selama hampir 10 tahun mantan Bupati Lampung Timur Satono menjadi buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung. 

Tiba-tiba saja kabar datang mengenai meninggalnya mantan Bupati Lampung Timur Satono, si buronan kasus korupsi APBD Lampung Timur. 

Satono meninggal dunia di Jakarta, Senin (12/7/2021). Jenazah Satono dimakamkan di kampung halamannya di Pekalongan, Lampung Timur. 

Baca Juga:Buronan Satono Meninggal, Ini Langkah Kejari Bandar Lampung

Diduga ada pihak-pihak yang menyembunyikan Satono selama dalam pelariannya. 

Menanggapi dugaan ini, Kepala Kejari Bandar Lampung Abdullah Noer Deny belum mau berkomentar banyak. 

Namun Noer Deny menyatakan adanya kebocoran operasi penangkapan Satono. 

Noer Deny mengatakan, sejak ia menjadi Kepala Kejari Bandar Lampung, sudah tiga kali mengendus keberadaan Satono. 

Sayangnya, saat akan ditangkap Satono sudah tidak ada di tempat. 

Baca Juga:Perjalanan Kasus Satono, Mantan Bupati Lampung Timur Korupsi APBD Rp119 Miliar

"Sejak saya menjabat sebagai Kajari pada Agustus lalu, yang bersangkutan menjadi target, dan sampai pada akhirnya ada kabar meningal dunia. Berbagai upaya pemetaan keberadaan yang bersangkutan namun ketika akan dilakukan penangkapan di tiga lokasi disana selalu ada kebocoran kebocoran, "bebernya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini