Bank Indonesia: Ekonomi Lampung Membaik di Tengah Pandemi

Ekonomi Lampung dikatakan terus membaik di tengah pandemi COVID 19.

Tasmalinda
Minggu, 11 Juli 2021 | 08:52 WIB
Bank Indonesia: Ekonomi Lampung Membaik di Tengah Pandemi
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana ke Pasar Tani. Pasar Tani ditarget menjadi nomor satu Pasar Aman Nasional. [ANTARA] Bank Indonesia: Ekonomi Lampung Membaik di Tengah Pandemi

SuaraLampung.id - Bank Indonesia menyatakan perekonomian Lampung terus memperlihatkan perbaikan di tengah pandemi COVID-19. Meskipun masih dalam fase kontraksi, pertumbuhan ekonomi Lampung memperlihatkan perbaikan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung Budiharto Setyawan, di Bandarlampung, pada triwulan I 2021 ekonomi Lampung terkontraksi sebesar minus 2,10 persen (yoy)

Itu lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar minus 2,26 persen (yoy).

Realisasi pertumbuhan triwulan I tercatat jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2020 sebesar 1,74 persen (yoy).

Baca Juga:Pasien Covid-19 Meninggal di Lampung Bertambah 31 Orang

Realisasi pertumbuhan pada triwulan I 2021 lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera (minus 0,86 persen/ yoy) dan nasional (minus 0,74 persen/yoy).

"Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan I 2021 berdasarkan atas dasar harga berlaku (ADHB) dan atas dasar harga konsumen (ADHK) masing-masing sebesar Rp88,39 triliun dan Rp59,10 triliun," ujar ia.

Sejumlah warga memadati Pasar Cibinong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/7/2021). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]
Ilustrasi pasar tradisional. [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

Konsumsi rumah tangga, memiliki pangsa terbesar terhadap perekonomian Lampung, dengan terkontraksi seiring berlangsungnya pembatasan sosial.

Hal ini, antara lain dipengaruhi oleh adanya pembatasan jam operasional kegiatan usaha pusat perbelanjaan.

"Selain itu, kegiatan sekolah belajar dari rumah (daring)tetap dilaksanakan. Kontraksi yang lebih dalam terjadi pada konsumsi pemerintah, disebabkan penurunan pertumbuhan realisasi belanja pegawai APBN dan APBD. Selain itu, terjadi penurunan realisasi belanja barang dan jasa APBN dan APBD. Sebagaimana pola tahunannya, konsumsi pemerintah cenderung rendah pada awal tahun," ujar Budiharto. (ANTARA)

Baca Juga:PPKM Darurat, Pemprov Lampung Perketat Penyekatan di Pelabuhan Bakauheni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak