facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jadi Klaster Covid-19, Lapas Rajabasa Butuh Ribuan Alat Rapid Tes

Wakos Reza Gautama Minggu, 30 Mei 2021 | 10:41 WIB

Jadi Klaster Covid-19, Lapas Rajabasa Butuh Ribuan Alat Rapid Tes
Kepala Lapas Rajabasa Maizar meminta bantuan alat rapid tes. [ANTARA]

Lapas Rajabasa membutuhkan sekitar 1.200 hingga 2.000 alat rapid tes

SuaraLampung.id - Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Rajabasa Bandar Lampung membutuhkan alat rapid tes untuk pengecekan Covid-19 terhadap para napi dan pegawai. 

Lapas Rajabasa membutuhkan sekitar 1.200 hingga 2.000 alat rapid tes. Pihak Lapas Rajabasa sudah meminta bantuan dari Dinas Kesehatan Bandar Lampung dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. 

Namun, kata Kepala Lapas Rajabasa Bandar Lampung, Maizar, bantuan alat rapid tes yang dikirim pihak Dinas Kesehatan masih kurang.  

"Kemarin kita sudah ajukan dan dikirim 400, tapi itu tidak cukup, kami masih mengajukan kembali, mudah-mudahan dapat membantu sesuai dengan harapan kita sekitar 1.200 hingga 2.000 alat rapid," katanya, Sabtu (29/5/2021) dilansir dari ANTARA.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, Dinkes Jateng Sebut RSUD Telah Menambah Tempat Tidur

Ia menjelaskan koordinasi bantuan kepada Dinkes Provinsi Lampung dan Dinkes Kota Bandar Lampung tersebut dalam rangka untuk melakukan deteksi dini terhadap warga binaan dan petugas setempat.

"Untuk melakukan deteksi dini saya menginginkan seluruh pegawai dan warga binaan dilakukan pengecekan untuk menekan penyebaran Covid-19," kata dia.

Maizar menambahkan untuk warga binaan dan pegawai yang terpapar Covid-19, pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan tindakan, di antaranya melalukan isolasi warga binaan di blok terpisah, memberi vitamin, memberi minuman air jahe, berjemur, dan memberi makanan tambahan.

"Kita juga lebih perketat lagi protokol kesehatan untuk antisipasi penularan lebih banyak lagi," kata dia.

Sebelumnya pihak Lapas Rajabasa Bandar Lampung telah melakukan rapid tes antigen kepada 526 warga binaan dan pegawai lapas. Hasil keseluruhan ada sebanyak 159 yang positif Covid-19, 152 orang di antaranya warga binaan dan tujuh orang pegawai lapas.

Baca Juga: Kasus Meledak Usai Lebaran, 41 Warga Satu Desa di Kabupaten Tegal Positif Covid-19

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait