alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Utang Menggunung, Pegawai KPK Curi Emas Batangan Barang Rampasan Korupsi

Wakos Reza Gautama Kamis, 08 April 2021 | 14:10 WIB

Utang Menggunung, Pegawai KPK Curi Emas Batangan Barang Rampasan Korupsi
Ilustrasi KPK. Pegawai KPK dipecat karena mencuri emas batangan barang rampasan perkara korupsi. [kpk.go.id]

Pegawai KPK IGAS terbukti emas seberat 1.900 gram yang merupakan barang rampasan KPK dari perkara korupsi.

SuaraLampung.id - Seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS dipecat. Pemecatan terhadap IGAS terkait kasus pencurian barang rampasan perkara korupsi. 

IGAS bertugas di Direktorat Labuksi KPK. IGAS terbukti mencuri emas seberat 1.900 gram yang merupakan barang rampasan KPK dari perkara korupsi. 

"Oleh karena itu, Majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hubungan berat, yaitu memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat," kata Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak H Panggabean, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

"Barang bukti itu jumlahnya cukup banyak ada empat, kalau ditotal semua bentuknya adalah emas batangan. Kalau ditotal semuanya emas batangan itu adalah 1.900 gram, jadi kurang 100 gram dua kilogram," kata dia.

Baca Juga: Identitas Pegawai KPK Maling 1,9 Kg Emas Barang Sitaan Korupsi

Ia menjelaskan, dalam dua minggu ini mereka sudah menyidangkan terkait pelanggaran kode etik oleh seorang pegawai KPK yang merupakan anggota satuan tugas (satgas) ditugaskan menyimpan dan mengelola barang bukti pada Direktorat Labuksi KPK.

"Perbuatan ini sebetulnya sudah merupakan suatu perbuatan yang tergolong pada perbuatan tindak pidana tetapi walaupun sudah tergolong tindak pidana tentunya dia juga merupakan perbuatan yang melanggar etik," dia berucap.

Oleh karena, kata dia, Dewan Pengawas KPK pada Kamis ini telah membacakan putusan terhadap hasil pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik tersebut.

"Kasus ini duduk perkaranya adalah bahwa yang bersangkutan mengambil barang bukti yang ada pada penyimpanan barang bukti karena dia seorang anggota juga di situ, anggota satgas, sehingga dia bisa mengambil barang bukti. Barang bukti dalam perkara Yaya Purnomo yang sekarang sudah menjadi barang rampasan yang harus kami lelang untuk negara," kata Panggabean.

Purnomo adalah bekas kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Pegawai KPK jadi Maling, Curi 1,9 Kg Emas Koruptor buat Bayar Utang

Ia menyatakan, sebagian dari barang bukti yang sudah diambil tersebut yang dikategorikan sebagai pencurian atau penggelapan itu digadaikan IGAS.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait