alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Korupsi Pasar Cendrawasih, Oknum Pejabat Pemkot Metro Ditahan

Wakos Reza Gautama Sabtu, 20 Februari 2021 | 08:45 WIB

Korupsi Pasar Cendrawasih, Oknum Pejabat Pemkot Metro Ditahan
Ilustrasi korupsi. Pajabat Pemkot Metro ditahan kejaksaan karena terlibat kasus korups rehabilitasi Pasar Cendrawasih. (Shutterstock)

Kejaksaan Negeri Metro menahan P karena terlibat korupsi pada rehabilitasi Pasar Cendrawasih tahun 2018.

SuaraLampung.id - Oknum pejabat di Pemerintah Kota Metro berinisial P ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Metro Provinsi Lampung. Kejaksaan menahan P karena terlibat korupsi pada rehabilitasi Pasar Cendrawasih tahun 2018. 

Saat korupsi terjadi P menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Metro. Ia saat itu menjadi kuasa pengguna anggaran (KPA) dan PPTK.

Kini P dipercaya menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Metro. Selain P, pihak kejaksaan juga menahan tersangka berinisial S, pelaksana proyek rehabilitasi pasar tersebut. 

"Kami, tim penyidik dari Kejaksaan Negeri Metro hari ini telah melakukan penahanan terhadap tersangka terkait korupsi di Dinas Perdagangan Kota Metro dalam rehabilitasi Pasar Cendrawasih," kata Kasi Intel Kejari Kota Metro Rio Halim, di Kantor Kejari Metro, Jumat (19/2/2021) dilansir dari Antara.

Baca Juga: Polresta Bandar Lampung Kebakaran, Ini Penjelasan Kapolresta

Kasi Pidsus Kejari Metro Subhan menjelaskan, dalam proses penyelidikan kasus korupsi tersebut, Kejari Metro telah memeriksa 25 orang saksi. Lalu, pada 18 Januari 2021, P dan S resmi ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut.

Kedua tersangka akan dilakukan penahanan di Lapas Kelas IIA Metro selama 20 hari ke depan, terhitung mulai hari ini, Jumat, 19 Februari hingga tanggal 10 Maret 2021.

"Dari pertimbangan penyidik, secara subjektif dan objektif kami melakukan penahanan terhadap kedua orang tersangka. Saat ini dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kota Metro. Ditahan selama 20 hari ke depan. Untuk pasal yang kami sangkakan kepada tersangka, yaitu Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang ancamannya maksimal 20 tahun penjara," kata dia pula.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain dalam kasus tersebut. Dilihat juga dari penyidikan dan apabila sudah dilakukan tahap penuntutan dari hasil persidangan.  

"Dari hasil perhitungan oleh BPKP Lampung, kerugian negara dari korupsi ini sebesar Rp481 juta lebih," katanya lagi.

Baca Juga: Gedung Command Center Polresta Bandar Lampung Kebakaran

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait