alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini yang Membuat Gus Miftah Menyukai Sosok Komjen Listyo Sigit Prabowo

Wakos Reza Gautama Selasa, 19 Januari 2021 | 11:11 WIB

Ini yang Membuat Gus Miftah Menyukai Sosok Komjen Listyo Sigit Prabowo
Gus Miftah mendukung pencalonan Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri - (Instagram/@gusmiftah)

Dukungan Gus Miftah terhadap Komjen Listyo Sigit ini diutarakan lewat Intagram.

SuaraLampung.id -  Pendakwah Gus Miftah mendukung Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.

Padahal Komjen Listyo Sigit adalah pribadi yang beragama Katolik. 

Dukungan Gus Miftah terhadap Komjen Listyo Sigit ini diutarakan lewat Intagram. 

Pada instagram media sosialnya, Gus Miftah mendapat pertanyaan mengenai Komjen Listyo Sigit yang akan memimpin Polri tapi bukan beragama Islam.

Baca Juga: Beri Masukan, Kompolnas Sampaikan Prestasi hingga Kelemahan Komjen Listyo

Video yang diunggah Gus Miftah menjawab banyak pertanyaan netizen mengenai calon Kapolri beragama non muslim.

Pada pembukaan video, ia mengungkap banyak orang yang menanyakan perihal tersebut. Ia langsung menegaskan bahwa lembaga Polri ialah lembaga negara dan bukan lembaga dakwah.

"Perlu diinget bro, Polri itu lembaga negara bukan lembaga dakwah. Di Polri, semua agama ada, sehingga Kapolri tidak harus seorang muslim," ujarnya.

Gus Miftah menekankan, siapa pun calon kapolri, hendaknya ia ialah seorang yang profesional. Listyo merupakan calon yang layak menjadi Kapolri.

Ia pun menyebut beberapa jabatan yang pernah dipercaya pada Komjen Listyo Sigit Prabowo diantaranya Kadiv Propam yang menegakkan ruh dan jiwa profesionalan Polri.

Baca Juga: Menilik Masa SMA Calon Kapolri Tuggal Komjen Listyo Sigit Prabowo

Selain itu, Sigit menjabat sebagai Kabareskrim yang menuai banyak prestasi.

"Saya suka Sigit, ia polisi yang pendiam. Karena diam itu emas," kata Gus Miftah.

Ia pun menjabarkan makna dari diam yang dimaksud yakni lebih banyak kerja dengan memperlihatkan prestasi.

"Diam-diam Djoko Chandra ditangkap, diam-diam kasus penyerangan Anies Baswedan diungkap, diam-diam tersangka kasus BNI, diam-diam juga membuka tabir polisi yang memback up Djoko Chandra," ujar Gus Miftah.

Dalam video berdurasi 1, 52 menit itu, Gus Miftah juga menyebut bahwa komunikasi Listyo Sigit Prabowo juga sangat baik pada kalangan pondok pesantren dan ulama.

Saat menjabat Kapolda Banten, Listyo Sigit tidak sungkan datang kalangan pondok pesantren dan ulama. "Saat menjadi Kapolda, Sigit juga silahturahmi pada ponpes dan ulama. Karena itu, ia layak menjadi Kapolri," ungkap Gus Miftah.

Di akhir video ia menekankan agar mereka yang suka berbicara sembarangan hendaknya malu pada dirinya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait