facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tolak Divaksin Covid-19, Ribka Curhat Dinyinyiri Rekan Fraksi PDIP

Wakos Reza Gautama Kamis, 14 Januari 2021 | 07:05 WIB

Tolak Divaksin Covid-19, Ribka Curhat Dinyinyiri Rekan Fraksi PDIP
Ribka Tjiptaning (suara.com/Nikolaus Tolen)

Sindiran ini dialamatkan ke Ribka karena pernyataannya yang menolak divaksin Covid-19.

SuaraLampung.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning disindir rekan-rekannya di fraksi PDIP. 

Sindiran ini dialamatkan ke Ribka karena pernyataannya yang menolak divaksin Covid-19. 

Pernyataan Ribka ini bertolak belakang dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang notabene juga adalah kader PDIP. 

Berbeda dengan Ribka, para anggota fraksi PDIP lainnya kompak menyatakan siap divaksin Covid-19.

Baca Juga: Kena Nyinyir Rekan di PDIP, Ribka: Saya Menolak Divaksin karena Belum Jelas

Hal itu disampaikan Ribka dalam rapat kerja Komisi IX bersama Kemenkes, BPOM, dan PT Bio Farma di Gedung DPR RI, Rabu (13/1/2021).

"Di fraksi saya PDIP nyinyir semua, 'Saya siap divaksin', karena nyindir saya, karena saya enggak mau divaksin," kata Ribka dalam rapat kerja Komisi IX bersama Kemenkes, BPOM, dan PT Bio Farma di Gedung DPR RI, Rabu (13/1/2021).

Ribka mengungkapkan dirinya menolak divaksin Covid-19 karena produknya yang dianggap belum jelas.

Untuk program vaksinasi tahap pertama, pemerintah memilih menggunakan vaksin Sinovac dari Beijing, China.

"Kenapa saya juga bilang menolak divaksin karena belum jelas," ujarnya.

Baca Juga: Minta Hilangkan Denda Penolak Vaksin Covid-19, DPR: Kalau Bagus Akan Dicari

Ia lantas bercerita tentang pengalaman buruknya soal vaksin di masa lalu.

Ketika menjabat sebagai Ketua Komisi IX DPR, Ribka sempat mengurusi sejumlah vaksin yang diberikan kepada masyarakat.

Vaksin yang dimaksud ialah vaksin polio dan vaksin kaki gajah. Vaksin yang diberikan kepada masyarakat justru berdampak buruk.

"Lumpuh layu, yang vaksinnya untuk anti lumpuh layu, malah lumpuh layu. Kaki gajah, (warga) mati 12 (orang) di Sindanglaya Jawa Barat. Saya tak mau terjadi itu, saya sampai ditegur partai saya enggak tahu siapa yang laporan," tuturnya.

Karena tidak yakin dengan produk vaksin yang digunakan oleh pemerintah tersebut lah membuat Ribka merasa harus jujur sebagai wakil rakyat.

Meski demikian, ia berharap kalau program vaksinasi kali ini tidak bermasalah seperti pengalamannya dahulu.

"Buat saya ini keamanan untuk rakyat. Saya juga wakil rakyat. Ketika rakyat memilih saya tidak ragu, saya juga bicara tidak ragu-ragu. Itu kebenaran. Tapi jangan ini juga jadi masalah. Mudah-mudahan tidak jadi masalah," pungkas Ribka.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait